Page 141 - Hadits-Jibril-Penjelasan-Hadits-Jibril-Memahami-Pondasi-Iman-Yang-Enam-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 141
124 | H a d i t s J i b r i l
akibat ini tidak berlaku dengan sendirinya. Artinya, setiap
sebab sama sekali tidak menciptakan akibatnya masing-
masing. Tapi keduanya, baik sebab maupun akibat, adalah
ciptaan Allah dan dengan ketentuan (Taqdir) Allah. Dengan
demikian, obat dapat menyembuhkan sakit karena kehendak
Allah, api dapat membakar karena kehendak Allah, dan
demikian seterusnya. Segala akibat dari segala sebabnya, jika
akibat-akibat tersebut tidak dikehendaki oleh Allah akan
kejadiannya maka itu semua tidak akan pernah terjadi.
Dalam sebuah hadits Shahih, Rasulullah bersabda:
ِ
ْْءادلاْْءاودْْبيصُأْْاذإفْْءاَّدلاْْقلخوْْءاودلاْْقَ لخْْللاْْنإ
ّ
ّ
ّ
َ َ
ُ ََ َ ْ
َ َ َ
َ َ َ َ َ
َ
ِ ِ ِ ِ
)نابحْنباْهاور(ْللاْنْ ذإبْْأرب َ
ّ
“Sesungguhnya Allah yang menciptakan segala
obat dan yang menciptakan segala penyakit. Apa
bila obat mengenai penyakit maka sembuhlah ia
dengan izin Allah”. (HR. Ibn Hibban).
Sabda Rasulullah dalam hadits di atas: “… maka sembuhlah
ia dengan izin Allah” adalah bukti bahwa obat tidak dapat
memberikan kesembuhan dengan sendirinya. Dan perkara
ini nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Sering kita
melihat banyak orang dengan berbagai macam penyakit,
dalam berobat mereka mempergunakan obat yang sama,
padahal jelas penyakit mereka bermacam-macam. Dan
ternyata, sebagian orang tersebut ada yang sembuh, namun
sebagian lainnya tidak sembuh. Tentunya apa bila obat bisa
memberikan kesembuhan dengan sendirinya maka pastilah
setiap orang yang mempergunakan obat tersebut akan