Page 213 - Hadits-Jibril-Penjelasan-Hadits-Jibril-Memahami-Pondasi-Iman-Yang-Enam-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 213
196 | H a d i t s J i b r i l
Syekh Muhammad Illaisy dalam kitab Fath al-„Aliy ْal-
Malik Fi al-Fatwa „Ala Madzhab al-Imam Malik, j. 2, h. 348,
juga berkata:
ْيأْ(ْنيدلاْبسْوناسلْىلعْىرجْلجرْفْمكلوقْامْ:س
ْنمْجورنخاْدصقْيَّغْنمْيأْ(ْدصقْيَّغْنمْ)ْملاسلإاْنيد
ْةلاصلاوْللْدممحاْ:ْ وصنْ ابمْ تبجأفْ ؟ْ رفكيْ لىْ )نيدلا
ْعومَٔاْفوْ،دتراْمعنْ،للاْلوسرْدميزْانديسْىل عْملاسلاو
ْ ىا لهبجْرذعيْلاو
“Soal: Apa pendapat tuan tentang seseorang yang
dengan lidahnya mengucapkan kata-kata cacian
terhadap agama (agama Islam) tanpa ia bertujuan
untuk keluar dari Islam itu sendiri, apakah
karenanya ia menjadi kafir? Aku Jawab; --Segala
puji bagi Allah, shalawat dalam semoga selalu
tercurah atas tuan kita; Muhammad Rasulullah--,
Benar, orang itu tersebut telah menjadi kafir. Dan
dalam kitab al-Majmu‟ disebutkan bahwa
seseorang tidak dimaafkan walaupun ia bodoh --
dalam msalah ini--”.
c. Penjelasan Riddah Dari Ulama Madzhab Syafi’i
Al-Imam Yahya ibn Syaraf an-Nawawi asy-Syafi‟i (w
676 H) dalam kitab Minhaj ath-Thalibin Wa „Umdah al-Muftin,
h. 293, berkata: