Page 62 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Keempat_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 62
1. Ketentuan Zakat Uang dalam Madzhab Abu
Hanifah
Mata uang yang berfungsi sebagai alat tukar yang
wajib dikeluarkan zakatnya menurut imam Abu
Hanifah tersebut yang dimaksud adalah uang yang
ada (diam) dan dilewati satu haul; bukan uang yang
diperoleh lalu digunakan untuk membiayai
kebutuhan hidup seseorang dan habis atau uang
yang telah habis sebelum satu haul berlalu. Jadi
dalam hal ini tetap diberlakukan ketentuan nisab
seperti nisab emas dan telah berlalunya satu haul atas
kepemilikan mata uang tersebut. Rasulullah
shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:
دواد يبأ هجرخأ( " ليلحا هِلع لييح تىح لام في ةاكز ٗ "
)اموننس في َقوِبلاو
Maknanya: "Tidak ada (kewajiban) zakat pada harta
apapun sehingga dilalui oleh satu haul" (H.R. Abu
Dawud dan al Bayhaqi)
Jadi zakat mata uang ini seperti zakat emas dan
perak, bukan seperti zakat tanaman makanan pokok
yang wajib dikeluarkan setiap kali panen jika
memang telah mencapai satu nisab atau jika tidak
mencapai nishab, maka semua hasil panen dihitung
secara total seluruhnya selama satu tahun; kemudian
zakat dikeluarkan jika hitungan totalnya sudah
cukup nishab.
58

