Page 33 - Fiqih Menghadapi Wabah Penyakit
P. 33
P a g e | 33
Kesehatan
Syariat menetapkan bahwa kondisi sakit termasuk
uzur yang menyebabkan seseorang mendapatkan
keringanan dalam pelaksanaan ibadah shalatnya.
Hanya saja, keringanan apa yang diberikan syariat
atas orang yang sakit?. Tentunya, tergantung pada
jenis penyakit yang menyebabkan orang yang sakit
mendapatkan kesulitan dalam melakukan ibadahnya.
a. Pasien Yang Pingsan
Para ulama sepakat bahwa orang sakit, yang
sakitnya menyebabkan dirinya kehilangan kesadaran,
mendapatkan keringan untuk tidak mendirikan
ibadah shalat saat waktunya telah masuk. Hal ini
diqiyaskan kepada keringanan bagi orang yang
tertidur dan lupa. Sebagaimana dijelaskan dalam
hadits berikut:
ِ
ِ
َ
َ
نم « :لا َ َ ق ْلسو هيَ لع للها ىلص ِ بَنلا ِ نع : كلام ِ نب ِ سنَأ نع
َ ِّ
َ
َ َ
َ
َ َ َ َ ُ
َ
ِ
ِ
ِ
َِ
قفتم » ( كلذ لإ اَ له ةراَ فك ل ،اهركذ اذإ لصي ل ف ةلص يسِن
َ َ
َ َ َ
َ
َ ًَ
َ
َ
ََ َ ِّ َ ُ
َ َ
َ
َ
) هيلع
Dari Anas bin Malik: Nabi saw bersabda: Siapapun
yang terlupa dari melaksanakan shalat, maka
shalatlah ia saat ingat. Dan tidak ada kaffarat
kecuali hal tersebut.” (HR. Bukhari Muslim)
Hanya saja, apakah jika telah sadar, shalatnya
wajib diqodho’?
Para ulama sepakat bahwa jika saat sadar, ia masih
muka | daftar isi

