Page 46 - emodul ipa kls 8
P. 46
melalui proses reaksi kimia yang bahan pengawet dari asam benzoate,
pemanis buatan dari sakarin, pewarna dari tartazine.
Berdasarkan fungsinya, zat aditif pada makanan dan minuman dapat
dikelompokkan menjadi pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi
aroma, pengental, dan pengemulsi.
a. Bahan Pewarna
Bahan pewarna adalah zat aditif yang ditambahkan untuk
meningkatkan warna pada makanan atau minuman, meningkatkan daya
tarik visual pangan, merangsang indera penglihatan, menyeragamkan dan
menstabilkan warna, dan menutupi atau mengatasi perubahan warna. Ada
dua jenis bahan pewarna pada makanan yaitu alami dan sintetis (buatan).
- Pewarna Alami
Pewarna alami adalah pewarna yang diperoleh dari alam,
misalnya dari tumbuhan dan hewan. Keunggulan pewarna alami yaitu
lebih sehat untuk dikonsumsi daripada pewarna buatan. Namun,
pewarna makanan alami memiliki beberapa kelemahan, yaitu
cenderung memberikan rasa dan aroma khas yang tidak diinginkan,
warnanya mudah rusak karena pemanasan, warnanya kurang kuat
(pucat), dan macam warnanya terbatas.
Warna Sumber Penghasil
Ungu Buah murbei, buah anggur
Kuning Kunyit
Orange Wortel
Hijau Daun suji, daun pandan
Coklat Kakao
Merah Buah naga, stroberi
Hitam Arang (tidak dianjurkan)
- Pewarna Buatan
Pewarna buatan diperoleh melalui proses reaksi (sintesis) kimia
menggunakan bahan yang berasal dari zat kimia sintesis. Bahan
pewarna buatan dipilih karena memiliki beberapa keunggulan
dibanding pewarna alami, yaitu harganya murah, praktis dalam
penggunaan, warnanya lebih kuat, macam warnanya lebih banyak, dan
warnanya tidak rusak karena pemanasan. Penggunaan bahan pewarna
40