Page 51 - emodul ipa kls 8
P. 51
Contoh zat pengemulsi makanan adalah gliserin, lesitin yang terkandung
dalam kuning telur maupun dalam kedelai. Lesitin banyak digunakan
dalam pembuatan mayones dan mentega. Apabila tidak ditambahkan zat
pengemulsi, lemak dan air pada mayonaes dan mentega akan terpisah.
c. Rangkuman
Zat aditif merupakan bahan yang ditambahkan pada makanan atau
minuman untuk meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan dan
kemenarikan pada makanan atau minuman.
Tujuan penambahan zat aditif untuk memperbaiki penampilan, cita rasa,
tekstur, aroma dan untuk memperpanjang daya simpan serta meningkatkan
nilai gizi makanan dan minuman seperti penambahan protein, mineral dan
vitamin yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.
Zat Aditif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu berdasarkan asalnya
dan fungsinya. Berdasarkan asalnya zat aditif dibedakan menjadi dua, yaitu
zat aditif alami dan zat aditif buatan. Sedangkan berdasarkan fungsinya,
dapat dikelompokkan menjadi pewarna, pemanis, pengawet, penyedap,
pemberi aroma, pengental, dan pengemulsi.
2. Kegiatan Pembelajaran 2
a. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu menjelaskan pengertian zat adiktif
Peserta didik mampu menyebutkan macam zat adiktif
Peserta didik mampu menjelaskan dampak penggunaan zat adiktif serta
upaya pencegahan diri dari bahaya zat adiktif
b. Uraian Materi
1) Pengertian Zat Adiktif
Zat adiktif merupakan zat yang apabila dikonsumsi dapat menyebabkan
ketergantungan (adiksi) atau ingin menggunakannya secara terus menerus
(ketagihan).
2) Macam Zat Adiktif
Zat adiktif dapat dibedakan menjadi dua yaitu berdasarkan potensi
dalam menyebabkan ketergantungan dan berdasarkan pengaruhnya terhadap
45