Page 49 - emodul ipa kls 8
P. 49
lain yang dapat dicegah oleh adanya pengawet antara lain pengasaman
oksidasi, pencokelatan (browning) dan reaksi enzimatis lainnya.
Contoh bahan pengawet dan penggunaannya
Nama bahan pengawet Penggunaan
Asam benzoate, natrium benzoate, Mengawetkan makanan dan minuman
dan kalium benzoate ringan, kecap dan saus
Asam askorbat Mengawekan daging olahan,kaldu, dan
buah dalam kaleng
Natrium nitrat (NaNO3) Mengawetkan daging olahan dan keju
Asam propionate Mengawetkan roti dan keju olahan
Butil hidroksianisol (BHA) Menghambat oksidasi pada lemak dan
minyak
Butil hidroksitoluen (BHT) Menghambat oksidasi pada lemak,
minyak, margarin dan mentega
Pengawetan bahan makanan dapat dilakukan secara fisik, kimia, dan
biologi. Pengawetan bahan makanan secara fisik dapat dilakukan dengan
beberapa cara, yaitu pemanasan, pendinginan, pembekuan, pengasapan,
pengalengan, pengeringan, dan penyinaran. Misalnya garam dapur dapat
digunakan untuk mengawetkan ikan. Pengawetan secara biologis dapat
dilakukan dengan fermentasi atau peragian, dan penambahan enzim,
misalnya enzim papain dan enzim bromelin. Pengawetan kimia dapat
dilakukan menggunakan asam benzoate, natrium nitrit. Misalnya natrium
benzoat, asam sitrat dan asam tartrat untuk mengawetkan makanan.
Natrium Nitrat untuk menjaga tampilan daging agar tetap merah dan asam
fosfat sebagai pengawet minuman penyegar.
d. Bahan Penyedap
Penyedap makanan adalah bahan tambahan makanan yang digunakan
untuk meningkaatkan cita rasa makanan. Penyedap berfungsi menambah
rasa nikmat dan menekan rasa yang tidak diinginkan dari suatu bahan
makanan. Penyedap rasa ada yang diperoleh dari bahan alami maupun
sintetis.
43