Page 16 - Salinan dari Salinan dari E-Modul Asam Basa (220 x 297 mm) (220 x 307 mm)
P. 16
Pada reaksi tersebut NH₄⁺ adalah donor proton (asam) dan OH⁻
adalah akseptor proton (basa), yang tadinya basa (NH₃) menjadi
asam NH₄⁺ & sebaliknya (NH₄⁺) dan (NH₃) disebut sebagai
pasangan asam-basa konjugasi, dua zat yang terkait satu sama lain
melalui transfer proton. Asam konjugasi adalah basa yang
ditambahkan proton, dan basa konjugasi adalah asam yang
protonnya dihilangkan.
Kesimpulan Asam-Basa menurut Bronsted-Lowry
Basa menerima proton dan menjadi asam konjugasi.
Asam menyumbangkan proton dan menjadi basa konjugasi.
Namun, konsep asam basa menurut Bronsted-Lowry mempunyai
keterbatasan, terutama di dalam menjelaskan reaksi-reaksi yang
melibatkan senyawa tanpa proton (H⁺). Misalnya, reaksi antara
senyawa NH₃, dan BF₃, dan beberapa reaksi yang melibatkan
senyawa kompleks.
Teori Asam-Basa Lewis
Pada tahun 1932, ahli kimia G. N. Lewis mengajukan konsep baru
mengenai asam basa, sehingga dikenal adanya asam-basa Lewis.
Menurut konsep tersebut, yang dimaksud dengan basa Lewis adalah
suatu senyawa yang dapat memberikan pasangan elektron kepada
senyawa lain, atau donor pasangan elektron. Adapun asam Lewis
adalah senyawa yang mampu menerima pasangan elektron atau
akseptor pasangan elektron. Konsep ini lebih memperluas konsep
asam basa yang telah dikembangkan oleh Bronsted-Lowry.
9