Page 529 - Gabungan
P. 529

diam-diam  duduk  di  sampingnya.  Dengan  lihai,  Irama  Shinta


            merangkul leher Bai Bowen dan mencium pipinya. Persis pada detik


            itu,  sebuah  kilatan  cahaya  magnesium  tiba-tiba  menyambar  dari


            suatu sudut.


                Bai  Bowen  kaget  setengah  mati,  matanya  panik  menatap  ke


            sekeliling. Tapi Irama Shinta justru tertawa girang, bermain-main di


            pelukannya seperti anak kecil yang manja. Dan saat itulah—kilatan


            kedua menyambar lagi.


                Ia buru-buru berdiri, tapi Irama Shinta menahannya. Tepat saat itu,


            pintu samping ruang tamu terbuka. Seorang pria tinggi besar berusia


            40-an dengan janggut lebat menerobos masuk sambil berteriak:


                "Dasar kurang  ajar!  Berani-berian bermesraan  di ruang tamu di


            siang bolong!"

                "Apa yang terjadi? Apa ini?" kata Bai Bowen terengah-engah.


                Si  pria  janggut  langsung  menampar  Irama  Shinta  dua  kali,  lalu


            menarik  kerah  Bai  Bowen  dan  mendorongnya  dengan  kasar.  Bai


            Bowen yang gemuk itu terjatuh telentang seperti kura-kura.


                Irama Shinta menangis sambil menyimpan berlian merah muda itu


            kembali  ke  dalam  kotak.  Si  pria  janggut  menyeretnya  dan


            melemparkannya ke tempat tidur:


                "Pelacur busuk! Nanti malam kita bereskan urusanmu!"


                Bai Bowen duduk di lantai, mengusap kepala belakangnya yang

                                                           529
   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534