Page 17 - Prototipe E-Modul Sistem Koordinasi Ajeng Fadhillah
P. 17

Sistem Koordinasi Manusia



               pengeluaran  urine,  mengontrol  pengambilan  makan,  mengontrol  sekresi  hormon
               pituitari anterior, dll. Hipotalamus merupakan daerah otak yang terutama terlibat
               dalam regulasi langsung dari lingkungan internal tubuh. Contohnya apabila tubuh
               dingin,  hipotalamus  merespon  dengan  meningkatkan  produksi  panas  dengan  cara
               membuat tubuh menggigil.
                    Talamus berfungsi menyalurkan impuls-impuls sensori yang penting ke bagian
               korteks  somatosensori  dan  bagian  otak  yang  lain.  Sedangkan  pada  epitalamus,
               terdapat  badan  pineal  atau  epifisis,  yaitu  suatu  struktur  dari  neuroendokrin,  dan
               pleksus  koroid,  kumpulan  kapiler-kapiler  yang  berfungsi  mensekresikan  cairan
               serebrospinal (Soewolo, dkk., 2005).

               c)  Otak kecil (serebelum)
                    Permukaan  serebelum  pada  mamalia  termasuk  manusia  mengandung  banyak
               lekukan  (sulkus)  dan  gundukan  (girus)  untuk  memperluas  permukaannya.
               Serebelum merupakan pusat keseimbangan  dan pusat koordinasi  motoris (Tenzer,
               dkk., 2014). Serebelum berperan dalam merencanakan dan memulai aktivitas sadar
               dengan  memberikan  input  kepada  daerah  korteks  motor  serta  terlibat  dalam
               prosedur mengingat (Soewolo, dkk., 2005).

               d)  Otak tengah (mesensefalon/midbrain)
                    Mesensefalon  merupakan  pusat  refleks  bola  mata  dan  refleks  kepala  dalam
               merespon  stimuli  visual  dan  suara  (Soewolo,  dkk.,  2000).  Mesensefalon  bersama
               dengan medula oblongata, dan pons disebut sebagai batang otak.

               e)  Medula oblongata
                    Medula  oblongata  atau  sumsum  penghubung  merupakan  bagian  otak  paling
               posterior,  berbentuk  tabung  silindris  yang  menghubungkan  otak  dengan  medula
               spinalis.  Medula  oblongata  berperan  sebagai  pusat  pengendali  denyut  jantung,
               pernapasan,  diameter  arteriol,  dan  penelanan  makanan  (Tenzer,  dkk.,  2014).
               Fungsinya  yang  begitu  vital  menyebabkan  seseorang  dapat  mengalami  kematian
               apabila terdapat kerusakan pada medula oblongata.

               2.  Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
                    Medula  spinalis  merupakan  lanjutan  dari  medula  oblongata,  diselaputi  oleh
               meninges  dan  dibagian  tengah  dijumpai  adanya  cairan  serebrospinal  seperti  pada
               otak. Medula spinalis berfungsi menghantarkan impuls saraf sensoris dari perifer ke
               otak dan menyampaikan impuls saraf motoris dari otak ke perifer, dan sebagai pusat
               refleks (Tenzer, dkk., 2014).  Bagian luar medula spinalis berwarna putih (substansi
               putih),  sedangkan  bagian  dalam  berwarna  abu-abu  (substansi  kelabu),  dan
               berbentuk seperti huruf H (Gambar 1.7).









                                                                                                       17
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22