Page 13 - KIAT-KIAT BERPERANG
P. 13
Apabila setiap gerakan dakwah di suatu daerah didahului dengan adanya need
assessment, kemudian dikompilasi akan menjadi semacam peta dakwah yang dapat
dijadikan pedoman setiap instansi, ormas atau perorangan dalam melakukan dakwah.
Saya kira ada baiknya kalau Propinsi Riau menjadi pioner dan menjadi provinsi
percontohan dalam mewujudkan adanya peta dakwah tersebut.
Keempat, mengokohkan kembali konsep taswiyatul manhaj dan tansiq al-harakah di
kalangan umat Islam. Sekedar mengingatkan kembali bahwa MUI melalui forum ljtima
Ulama Komisi fatwa Se Indonesia ke II telah memutuskan tentang pentingnya penyamaan
pola pikir keagamaan umat islam, khususnya di Indonesia. Keputusan ljtima’ Ulama se
Indonesia ke-II tentang Penyamaan Pola Pikir dalam Masalah Keagamaan (taswiyah
almanhaf) selengkapnya adalah sbb:
1. Perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan umat Islam merupakan suatu yang
wajar, sebagai konsekwensi dan pranata “ijtihad” yang memungkinkan terjadinya
perbedaan.
2. Sikap yang merasa hanya pendapatnya sendiri yang paling benar serta cenderung
menyalahkan pendapat lain dan menolak dialog, merupakan sikap yang bertentangan
dengan prinsip toleransi (al-tasamuh) dan sikap tersebut merupakan ananiyyah
(egoisme) dan ‘ashabiyyah hizbiyah (fanatisme kelompok) yang berpotensi
mengakibatkan saling permusuhan (al- adawah), pertentangan (al-tanazu’), dan
perpecahan (al-insyiqaq).
3. Dimungkinkannya perbedaan pendapat dikalangan umat Islam harus tidak
diartikan sebagai kebebasan tanpa batas (bila hudud wa bila diawabith).
4. Perbedaan yang dapat ditoleransi adalah perbedaan yang berada di dalam majal al-
ikhtilaf (wilayah perbedaan). Sedangkan perbedaan yang berada di luar majal al-
ikhtilaf tidak dikategorikan sebagai perbedaan, melainkan sebagai penyimpangan;
seperti munculnya perbedaan terhadap masalah yang sudah jelas pasti (ma‘lum min
al-din bi al-dharurah,).
5. Dalam menyikapi masalah-masalah perbedaan yang masuk dalam majai al ikhtilaf
sebaiknya diupayakan dengan jalan mencari titik temu untuk keluar dan perbedaan (al-
khuruj nun a!-khilaf) dan semaksimal mungkin menemukan persamaan.
6. Majal al-ikhtilaf adalah suatu wilayah pemikiran yang masih berada dalam koridor ma
ana alaihi wa ashhaby, yaitu faham keagamaan ahlus-sunnah wal jamaah dalam
pengertian yang luas.
Selain taswiyah al-manhaj, ljtima Ulama se-Indonesia ke II tahun 2006 juga membahas
tentang Koordinasi Langkah Strategis dalam Masalah Keagamaan (tansiq al harakah).
lmplementasi dan konsep ini dianggap penting, terutama dalam hal membendung
menyebarnya liberalisme dan radikalisme paham keagamaan di tengah umat Islam.
KIAT-KIAT BERPERANG xii