Page 14 - KIAT-KIAT BERPERANG
P. 14

Keputusan ijtima’ tentang hal tersebut selengkapnya adalah sebagai berikut:

            1.  Umat  Islam  perlu  mengefektifkan  gerakan,  baik  yang  sifatnya  dakwah  Islam  iyyah
                (harakah al-da’wah) maupun gerakan pembelaan bagi Islam dan umatnya (harakah al-
                difa’)

            2.  Gerakan  umat  Islam  yang  efektif  itu  adalah  gerakan  yang  bersifat  ishlahiyyah,
                terkoordinasi,  tersinergi,  saling  mendukung,  dan  tidak  kontra-produktif,  serta
                mengedepankan cara-cara (kafiyat) yang damai, santun, dan berkeadaban, sekalipun
                aktifltas kegiatan tersebut beragam dan tidak satu model.

            3.  Dalarn  melakukan  aktifitas,  ormas  dan  lembaga  keagamaan  hendaknya  selalu
                mendasarkan diri di atas prinsip; niat yang balk, perencanaan yang terpadu, metode
                keagamaan  (manhaj)  yang  shahih,  serta  prinsip  kehidupan  sosial  yang
                mengedepankan  semangat  kekeluargaan  (al-ukhuwwah),  moderasi  (atawassuth),
                keseimbangan (al-tawazun), dinamis, dan memanfaatkan segala potensi yang ada.
            4.  Gerakan keagamaan  (harakah  diniyyah)   harus   mencakup   segala bidang,   seperti
                aqidah, syari’ah, akhlak, pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.

            5.  Untuk tercapainya gerakan  yang efektif tersebut, MUI diharapkan  dapat menjalankan
                fungsi-fungsi  koordinasi,  sinkronisasi,  dan  sinergi  sehingga  tercapai  tujuan  gerakan
                bersama.

            Radikalisme  dan  liberalisme  paham  keagamaan  telah  secara  nyata  membawa  dampak
            buruk bagi umat Islam secara umum. Kedua paham keagamaan ini juga telah dinyatakan
            menyimpang  dan  tatanan  pengambilan  hukum  (istinbath  aI-hukm).  Oleh  karenanya
            diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik antar sesama komponen umat Islam, dan
            juga  dengan  aparat  pemerintahan  untuk  membendung  munculnya  aliran  menyimpang
            tersebut.

            Selain itu, sebagai langkah preventif, diperlukan gerakan dakwah yang Iebih terencana,
            terarah,  dan  sesuai  dengan  kondisi  serta  kebutuhan  objek  dakwah,  sehingga  gerakan
            dakwah yang dilakukan dapat lebih efektif.

            Kriteria aliran sesat yang telah dirumuskan oleh MUI agar lebih disosialisasikan lagi kepada
            umat  Islam  agar  dapat  dijadikan  pedoman  untuk  mengidentifikasi  gerakan  paham
            keagamaan yang menyimpang, termasuk radikalisme dan liberalisme paham keagamaan.














                                                                    KIAT-KIAT BERPERANG   xiii
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19