Page 11 - KIAT-KIAT BERPERANG
P. 11

Kata kunci dan hadits di atas adalah kalimat “ma ana ‘alaihi wa ashhabi”.  Maksud dan
            kalimat tersebut ialah mengikuti apa-apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw. dan
            memahaminya sebagimana yang dilakukan oleh para sahabat.

            Mengikuti apa-apa yang telah disampaian oleh Rasulullah saw. artinya adalah berpegang
            teguh  kepada  Al  Qur’an  dan  As-Sunnah,  sebagaimana  disebutkan  dalam  Al  Qur’an  dan
            dalam hadits Rasulullah SAW sbb:

            “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah
            ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya)” (Al Qur’an surat (04) An Nisaa’
            ayat 59)

            “Aku  tinggalkan  kepada  kalian  dua  hal,  dimana  kalian  tidak  akan  tersesat  selagi
            memegang  teguh  keduanya;  yaitu  kitabullah  (Al  Qur’an)  dan  sunnah  nabi-Nya”
            (HR. Muslim)

            Sedangkan  memahami  Al  Qur’an  dan  as-Sunnah  sebagimana  yang  dilakukan  oleh  para
            sahabat artinya adalah mengikuti manhaj dalam memahami keduanya sebagai an-nushus
            assyar’iyah.  Perintah  mengikuti  manhaj  dalam  memahami  Al-Qur’an  dan  as-Sunnah  (al-
            manhaj Fi fahmi an-nushus .as-syar’iyah) sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat
            tersebut berasal dan hadits Rasulullah  SAW sbb:

            Sahabat  Irbadh  bin  Sariyah  berkata:  Rasulullah  SAW  bersabda:  “kalian  agar  ber-
            pegang teguh kepada sunnahku dan sunnah al-khulafa ar-rasyidun setelahku”

            Dari Abdullah ibnu Mas‘ud, Nabi SAW bersabda: “manusia terbaik adalah generasiku,
            kemudian generasi sesudahnya, kemudian generasi sesudahnya.

            Muhammad  Sa’id  Ramadhan  al-Buthi  menyatakan  bahwa  generasi  terbaik  menurut
            Rasulullah  sebagaimana  dalam  haditsnya  di  atas  adalah  generasi  Rasulullah,  yakni
            generasi para sahabat. Hal ini bisa dipahami karena para sahabat adalah generasi di mana
            Al-Qur’an diturunkan, menerima dan memahami aqidah. syariah dan akhlak langsung dari
            rasulullah  SAW.  Apa  yang  belum  jelas  pada  mereka  langsung  bisa  ditanyakan  kepada
            Rasulullah  SAW.  Sehingga  keyakinan  mereka  kokoh  tak  tergoyahkan  dan  pemahaman
            mereka terhadap nushus syari’yah otentik karena berasal langsung dan Rasulullah SAW.

            Sedangkan  generasi  terbaik  kedua  menurut  hadits  di  atas  adalah  generasi  para  tabi‘in,
            dimana  generasi  ini  belajar  dari  para  sahabat  bagaimana  cara  memahami  nash  yang
            benar sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada mereka.

            Sedangkan generasi terbaik  ketiga adalah  generasi tabiut  tabi‘in,  dimana  pada  generasi
            inilah cara memahami nash (al-manhaj fi fahmi an-nushus) sebagaimana diajarkan oleh
            Rasulullah  kepada  para  sahabat  dan  kemudian  diajarkan  kepada  para  tabi’in
            diformulasikan  dengan  lebih  sistematis  dalam  berbagai  buku.  Ketiga  generasi  ini  dalam
            khazanah Islam sering disebut dengan “as-Salafas-Shaleh”.

            Dengan  penjelasan  tersebut  dapat  disimpulkan  bahwa  makna  dan  “ma  ana  ‘alaihi  wa
            ashhabi” adalah mengikuti “as-Salafas-Shaleh”. yang dimaksudkan dengan mengikuti “as
            Salafas-Shaleh” di sini bukan semata-mata karena mereka hidup di zaman-zaman generasi


                                                                    KIAT-KIAT BERPERANG                  x
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16