Page 6 - KIAT-KIAT BERPERANG
P. 6
terhadap nash secara literer dan parsial cenderung bisa menyesatkan, dan dikhawatirkan
akan timbul pemahaman yang ekstrim (tarharruf) dalam menyimpulkan hukum.
Misalnya pemahaman tentang teks-teks keagamaan yang berkaitan dengan syariat jihad.
Kelompok radikalis memahaminya sebatas dengan bunyi nashnya saja yakni dipahami
dengan arti perang (qital). Padahal, menurut para ulama, jihad juga mempunyai makna
lain, yaitu upaya sungguh-sungguh dalam melakukan perbaikan. Disamping mempunyai
makna ‘qital (perang), jihad juga mempunyai makna ishlah (perbaikan).
Dalam perkembangannya, ada pula upaya dan pihak-pihak tertentu yang mengidentikkan
jihad dengan teror. Padahal pada kenyataannya, Jihad bukanlah teror dan teror bukanlah
jihad. Majelis Ulama Indonesia dalam fatwanya yang ditetapkan pada akhir tahun 2003
melalui forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia antara lain menyatakan:
Terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang
menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, bahaya terhadap keamanan,
pendamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat. Terorisme adalah salah
satu bentuk kejahatan yang diorganisasi dengan balk (well organized), bersifat
transnasional dan digolongkan sebagai kejahatan luar biasa (extra-ordinary crime) yang
tidak membeda-bedakan sasaran (indiskrimatif).
Sedangkan jihad mengandung dua pengertian :
1. Segala usaha dan upaya sekuat tenaga serta kesediaan untuk rnenanggung kesulitan
didalam memerangi dan menahan agresi musuh dalam segala bentuknya. Jihad dalam
pengertian ini juga disebut al-qital atau al-harb.
2. Segala upaya yang sungguh-suñgguh dan berkelanjutan untuk menjaga dan
rneninggikan agama Allah (Ii i’laal kalimatillah).
Dari fatwa MUI tersebut kita dapat membedakan antara pengertian teror dan jihad.
Terorisme sifatnya merusak (ifsad) dan anarkhis/chaos (faudha). Tujuannya untuk
menciptakan rasa takut dan/atau rnenghancurkan pihak lain serta dilakukan tanpa aturan
dan sasaran tanpa batas.
Sedangkan jihad sifatnya melakukan perbaikan (ishlah) sekalipun dengan cara
peperangan. Tujuannya menegakkan agama Allah dan/atau membela hak-hak pihak yang
terzholimi. Dilakukan dengan mengikuti aturan yang ditentukan oleh syari’at dengan
sasaran musuh yang sudah jelas.
Jihad yang diridhoi Allah harus berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits dengan jihadnya
sedang berbuat kebajikan kepada seluruh makhluk Allah, berjihadnya tidak sedang
berbuat perusakan, radikalisme dan menteror.
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka
dengan Al Qur'an dengan jihad yang besar. (Al Qur’an surat (25) Al Furqaan ayat 52)
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan
Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah
benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al Qur’an surat (29)
Al Ankabuut ayat 69)
KIAT-KIAT BERPERANG v