Page 8 - KIAT-KIAT BERPERANG
P. 8

janganlah  kamu  berbuat  kerusakan  di  (muka)  bumi.  Sesungguhnya  Allah tidak
            menyukai  orang-orang  yang  berbuat  kerusakan.  (Al  Qur’an  surat  (28)  Qashash
            ayat 77)

            Sempurnakanlah  takaran  dan  janganlah  kamu  termasuk  orang-orang  yang  merugikan;
            dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia
            pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat
            kerusakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat
            yang dahulu". (Al Qur’an surat (26) Asy Syua’raa ayat 181-184)

            Liberalisme Paham Keagamaan

            Liberalisme  secara  etimologis  berarti  falsafah  politik  yang  menekankan  nilai  kebebasan
            individu dan peran Negara dalam melindungi hak-hak warganya. Prinsip dasar liberalisme
            adalah  keabsolutan  dan  kebebasan  yang  tidak  terbatas  dalam  pemikiran,  agama,  suara
            hati, keyakinan, ucapan, pers dan politik.

            Fatwa  MUI  tahun  2005  tentang  Pluralisme,  Liberalisrne  dan  sekulerisme  agama
            menyatakan bahwa liberalisme agama adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an &
            As Sunnah dengan menggunakan akal pikiran yang bebas dan  hanya menerima doktrin-
            doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.

            Liberalisme  pemahaman  keagamaan  menuntut  adanya  kebebasan  yang  mutlak  dalam
            memahami  nushuhus  as  syar’iyah.  setiap  orang  berhak  menaf’siri  teks-teks  yang  ada
            dalam Al Qur’an dan Al-Hadist. Kedudukan antara para ulama yang telah menulis berjilid-
            jilid  buku  dalam  memahami  teks  disamakan  dengan  pihak-pihak  yang  bahkan  tidak
            rnengetahui  metodologi  penetapan  suatu  hukum,  Ungkapan  sinis    yang  sering
            disampaikan  mereka  manusia,  kitapun  demikian  (hum  rijal,  wanahnu  rijal).  sehingga
            sama-sama  mempunyal  hak  menafsiri  an-nushuhs  as-syar’iyah.    Paham  seperti  ini
            membawa  dampak  liberalisasi  dalam  beragama,  dan  menumbuhkan  relatifisme  dalam
            beragama.

            Imbas Dari Munculnya Radikalisme Dan Liberalisme Paham Keagamaan

            Radikalisme  dan  liberalisme  paham  keagamaan  penting  untuk  dicermati.  Sebab,  sering
            bukan  semata-mata  karena  paham  yang  dikembangkannya,  melainkan  juga  merupakan
            upaya  untuk  menghancurkan  Islam  itu  sendiri.  Ada  heberapa  hal  yang  menarik  untuk
            dicatat.

            Pertama:  adanya  upaya  penyesatan  (tadhlil)  dan  menanamkan  keraguan  (tasykik).
            Radikalisme  dan  liberalisme  paham  keagamaan  dapat  menimbulkan  upaya  penyesatan
            dan  penanaman  keraguan  di  kalangan  umat  Islam  terhadap  ajaran  agamanya,  dengan
            retorika-retorika filsafat yang dipaksakan untuk menggiring opini masyarakat agar percaya
            dengan apa yang mereka katakan. Misalnya dengan menggunakan metode hermeneutik
            dalam menafsiri nash, yang ditolak kalangan ulama Islam. Di sisi yang lain juga ada upaya
            untuk  menebarkan  pemahaman  keagamaan  yang  cenderung  dikotomik,  hitam-putih,
            dengan  sama  sekali  tidak  mempertimbangkan  konteks  dalam  melakukan  istimbath  al-
            hukm.  Dengan  dalih  tidak  adanya  cantolan  secara  tegas  dalam  nash,  kelompok  ini
            mengkafirkan yang tidak sefaham dengannya dengan stereotip bid’ah dhalalah.


                                                                    KIAT-KIAT BERPERANG   vii
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13