Page 64 - IST Baru
P. 64

menyiapkan konsep susunan Dewan Revolusi daerah Kalbar yang terdiri dari orang-
                orang PKI. Pangdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Ryacudu setelah membahas peristi-
                wa G30S/PKI segera bertindak tegas memerintahkan semua Komandan Satuan tetap
                melaksanakan tugas dan meningkatkan kesiapsiagaan.

                        Setelah terbukti bahwa G30S/PKI  telah melancarkan pengkhianatan, tanggal 6
                Oktober 1965, rakyat Kalbar menuntut dibubarkannya PKI dengan semua ormasnya.
                Pepelrada Kalbar tanggal 16 Oktober 1965 mengeluarkan Surat Keputusan tentang
                pembekuan PKI dan ormasnya, serta memerintahkan wajib lapor kepada semua pemi-
                mpin PKI Kalimantan Barat.

                        Masyarakat Pontianak  yang mengutuk pengkhianatan PKI, telah melancarkan
                demonstrasi tanggal 18 Oktober 1965 dengan merusak kantor CDB PKI/Kalbar. Gem-
                bong PKI Kalbar, Sofyan, bersama gembong Baperki Kalbar, Tan Bun Hiap, The Bu Kiat,
                Pheng Tsen Nen, dan pengikutnya melarikan diri ke hutan. Pengikut G30S/PKI yang

                berhasil ditangkap, kemudian diajukan ke pengadilan.

                        Pangdam XII/Tanjungpura  selaku Pepelrada Kalbar memerintahkan pula
                melakukan pembersihan dalam tubuh Kodam XII/TPR dan semua instansi ABRI serta
                Pemda Kalbar dari oknum G30S/PKI. Pemberontakan G30S/PKI tidak mempengaruhi
                operasi Dwikora di daerah perbatasan Kalbar. Namun pemberontakan G30S/ PKI telah
                membawa pengaruh ke arah perubahan politik pemerintah Orde Baru untuk menga-
                khiri konflik dengan Malaysia.

                        Rintisan normalisasi hubungan Indonesia-Malaysia dilakukan melalui “Operasi
                Khusus” Kolaga dipimpin oleh Kolonel Ali Murtopo. Tanggal 28 Mei 1966 Wapang II
                Kolaga Laksda TNI O.B. Syaaf berkunjung ke Kuala Lumpur membawa pesan pribadi
                Jenderal TNI Soeharto.

                        Perundingan  Menlu Adam Malik dan Menlu Malaysia Tun Abdul Razak di Bang-
                kok  tanggal 1  Juni  1966  telah  mengantarkan  kedua  negara  bertetangga  menuju
                langkah-langkah mengakhiri pertikaian dan permusuhan. Penandatanganan Jakarta
                Accord tanggal 11 Agustus 1966 telah menandai persetujuan normalisasi hubungan

                antara Indonesia dan Malaysia.

                        Situasi baru  yang dihadapi Pangdam XII/Tanjungpura dalam pelaksanaan
                penghentian perselisihan dengan Malaysia ialah penertiban sukarelawan Dwikora








           64
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69