Page 65 - IST Baru
P. 65

asal Kalimantan Utara dan penarikan pasukan Kolaga.
                         Sukarelawan  Kalimantan Utara yang berasal dari anggota Partai Komunis Ser-

                  awak, yang mendapat izin  bergerilya di daerah Kalbar selama Dwikora, tersebar  di
                  sepanjang daerah perbatasan. Panglima Kopur IV/Mandau Brigjen TNI Widjojo Suy-
                  ono memerintahkan sekitar 839 sukarelawan asal Kalimantan Utara itu mengadakan
                  konsolidasi dan melaporkan diri kepada pos TNI. Ternyata hanya 99 orang saja yang
                  menyerahkan diri. 739 orang membangkang dan melarikan diri. Mereka telah meny-
                  usun kekuatan melancarkan perlawanan terhadap Pemerintah RI. Terhadap pembang-
                  kangan sukarelawan asal Kalimantan Utara yang telah berubah menjadi gerombolan

                  PGRS/Paraku itu, Pangkopur IV/Mandau Brigjen TNI Widjojo Suyono melancarkan op-
                  erasi Tertib I (Nopember - Desember 1966). Dikerahkan 3 Kompi KTP-1/511 Brw dan 2
                  Kompi KTP-111/511 Brw, Ki B Yonzipur 5/Brw didukungoleh Yonif 641/Brh dan Yonif
                  642/Kapuas. Penertiban dan penghancuran gerombolan PGRS/Paraku yang mem-
                  bangkang menemui kesulitan karena gerombolan telah berpencar di hutan yang luas
                  sepanjang daerah perbatasan sebagian menyeberang ke Serawak.

                         Operasi Tertib II bulan Januari-Maret 1967 pun belum berhasil menghancurkan
                  gerombolan pengacau. Bulan Maret 1967 seluruh satuan Kolaga ditarik dari Kalbar.
                  Pangdam XII/Tanjungpura melancarkan operasi Sapu Bersih I (April s.d. Juli 1967) den-
                  gan mengerahkan 2 Yonif dan 1 Rai Arhanud yang didukung jajaran Teritorial di bawah
                  Korem 121/ABW. Gerombolan PGRS/Paraku ternyata berhasil memanfaatkan situasi

                  penarikan pasukan Kolaga dari Kalbar. Gerombolan PGRS berusaha mempengaruhi
                  penduduk daerah perbatasan di mana terdapat pula penduduk keturunan Cina. Mere-
                  ka berusaha menyusun kekuatan.

                         Sisa-sisa Pemberontak G30S/PKI Kalbar di bawah Sofyan, Pheng Tsen Nen, Tan
                  Bun Hiap dll. telah bergabung pula dengan gerombolan PGRS/Paraku di daerah Sang-
                  gau Ledo Pada bulan April 1967 kekuatan gerombolan PGRS/Paraku diperkirakan seki-
                  tar 800 orang dengan kekuatan senjata 60% dan 3000 orang simpatisan Gerombolan
                  PGRS/Paraku memusatkan kekuatan di Gunung Sentawi, Sempatung, Sanggau Ledo
                  dan Seluas (Sektor Barat). Balai Karangan (Sektor Tengah) dan Nanga Badau, Melan-
                  tung, Batu Peti (Sektor Timur).

                         Dengan kekuatan yang relatif kecil (2 Yonif) Pangdam XII/Tanjungpura memba-
                  gi-daerah operasi atas 3 Komando Operasi (COP). COP-I di Sektor Barat berkedudukan








                                                                                                                 65
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70