Page 100 - combinepdf_Neat
P. 100

Kegiatan Belajar 1
         Perkembangan Fisik motorik dan Kognitif





            Perkembangan Fisik Motorik

               Umumnya  perkembangan  fisik  pada  masa  ini  adalah  makin  tinggi  badan,  bertambahnya  berat  badan,
         anggota tubuh lainnya membesar makin terlihat bentuknya dengan jelas, postur tubuh mulai terbentuk semakin
         terlihat gendut/berotot/kurus, tulang mengeras, otot menjadi besar dan kuat, pertambahan jumlah lemak dalam

         tubuh, dan bertambahnya gigi anak. Meskipun demikian pertumbuhan fisiknya tidak secepat masa bayi atau
         sebelumnya. Pola pertumbuhan tentu bervariasi pada setiap anak karena ada berbagai faktor yang memengaruhi
         seperti gizi, faktor bawaan, kesehatan, dll.
               Perkembangan fisik merupakan dasar bagi kemajuan perkembangan berikutnya, dengan meningkatnya

         pertumbuhan tubuh baik berat badan maupun tinggi badan serta kekuatannya, memungkinkan anak untuk lebih
         aktif dan berkembang keterampilan fisiknya, dan juga berkembangnya eksplorasi terhadap lingkungan tanpa
         bantuan  orang  tuanya.  Perkembangan  sistem  syaraf  pusat  memberikan  kesiapan  pada  anak  untuk  lebih
         meningkatkan pemahaman dan penguasaannnya terhadap tubuhnya.

               Secara umum pertambahan tinggi badan setiap tahunnya rata-rata tiga inci. Pada usia enam tahun tinggi
         anak rata-rata mencapai 46,6 inci. Sementara itu, berat badan setiap tahunnya rata-rata bertambah tiga sampai lima
         pon, sehingga pada usia enam tahun berat anak mencapai kurang lebih tujuh kali berat pada waktu lahir.
               Pada usia ini wajah bayi sudah tidak tampak lagi, meskipun wajah tetap kecil tetapi dagu tampak jelas dan

         leher lebih memanjang. Gumpalan tubuh berkurang dan tubuh cenderung berbentuk kerucut, dengan perut yang
         rata, dan dada yang lebih bidang, bahu lebih luas dan persegi, lengan dan kaki lebih panjang dan lurus, tangan dan
         kaki lebih besar. Di usia ini perbedaan dalam tubuh pertama kali tampak jelas, ada yang postur tubuhnya gemuk
         lembek (endomorfik), ada yang kuat berotot (mesomorfik), ada yang relatif kurus (ektomorfik). Anak yang

         cenderung  bertubuh  endomorfik  lebih  banyak  jaringan  lemaknya  dari  pada  jaringan  ototnya  sedangkan
         mesomorfik sebaliknya dan yang bertubuh ektomorfik mempunyai otot yang kecil dan sedikit jaringan lemak.
               Tulang dan otot pun mengalami perubahan pada masa ini. Tingkat pergeseran otot bervariasi pada bagian
         tubuh mengikuti hukum perkembangan arah. Otot menjadi lebih besar, berat dan kuat, sehingga anak tampak lebih

         kurus meskipun beratnya bertambah. Sementara itu tulang juga berkaitan dengan pertumbuhan dan pergantian
         gigi. Selama empat sampai enam bulan pertama dari awal masa kanak-kanak, empat gigi bayi terakhir geraham
         belakang muncul. Selama setengah tahun terakhir gigi bayi mulai tanggal digantikan oleh gigi tetap. Yang pertama
         lepas adalah gigi bayi yang pertama kali tumbuh yaitu gigi seri tengah. Bila masa kanak-kanak berakhir, pada

         umumnya bayi memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah di mana gigi tetap akan muncul.

             Perkembangan Fisik Motorik

               Perkembangan motorik merupakan perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerakan
          tubuh yang erat kaitannya dengan perkembangan pusat motorik di otak. Hurlock (1998) mengatakan bahwa

          perkembangan motorik adalah perkembangan gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan
          otot yang terkoordinasi. Jadi, perkembangan motorik merupakan kegiatan yang terkoordinir antara susunan
          saraf, otot, otak, dan spinal cord. Perkembangan motorik adalah proses yang sejalan dengan bertambahnya usia
          secara bertahap dan berkesinambungan, dimana gerakan individu meningkat dari keadaan sederhana, tidak
          terorganisir, dan tidak terampil, ke arah penguasaan keterampilan motorik yang kompleks dan terorganisasi

          dengan baik.

          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105