Page 101 - combinepdf_Neat
P. 101

Kegiatan Belajar 1
         Perkembangan Fisik motorik dan Kognitif








         Pada umumnya perkembangan motorik dibedakan menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus


            Motorik Kasar


           Keterampilan motorik kasar pada usia ini seperti berlari, berjinjit, melompat, berhantung, melempar, dan
           menangkap, serta menjaga keseimbangan. Kegiatan ini diperlukan dalam meningkatkan keterampilan koordinasi
           gerakan motorik kasar. Pada anak usia 4 tahun, anak sangat menyenangi kegiatan fisik yang menantang baginya,
           seperti melompat dari tempat tinggi atau bergantung dengan kepala di bawah. Pada usia 5 atau 6 tahun keinginan
           untuk melakukan kegiatan yang menantang semakin bertambah. Anak pada masa ini menyenangi kegiatan lomba,
           seperti balapan sepeda, balapan lari, dll (Sujarwo & Widi, 2015).




             Motorik Halus

           Keterampilan motorik halus pada masa awal anak ini sudah meningkat. Di usia tiga tahun anak sudah mampu
           menjimpit dengan telunjuk dan ibu jarinya meskipun masih agak kaku. Anak juga sudah mampu menyusun puzzle dan
           balok  meski  posisinya  masih  belum  tegak  dan  lurus.  Dalam  memasang  puzzle  juga  gerakannya  masih  belum
           terkoordinasi dengan baik dan seringkali memaksakan potongan puzzle untuk masuk di tempatnya meski tidak cocok.
           Saat  usia  tahun  koordinasi  gerakannya  sudah  lebih  baik  bahkan  cenderung  ingin  melakukan  pekerjaan  dengan
           sempurna seperti membongkar kembali balok atau lego yang sudah disusun. Pada usia lima tahun keterampilan
           motorik halus anak jauh lebih terkoordinasi seperti mampu membuat gedung dari susunan balok. Pada usia enam tahun
           anak mampu mengikat tali sepatu, mengelem kertas, merapikan baju, dan menggunakan pukul besi



              Perkembangan Kognitif

               Pada usia ini perkembangan kognitif anak menurut Piaget berada dalam tahap pra operasional. Pemikiran
          praoperasional yaitu prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek yang ada. Ciri dari tahapan ini

          adalah tentu operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Selain itu, di dalam tahapan ini anak
          belajar  menggunakan  dan  menjelaskan  objek  dengan  gambaran  maupun  kata-kata  meskipun  masih  terbata.
          Pemikirannya masih bersifat egosentris yaitu anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain.
               Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan symbol atau bahasa tanda, dan mulai

          berkembangnya konsep-konsep intuitif. Tahap ini dibagi menjadi dua, yaitu simbolis dan intuitif.


                             ..............................  b. Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok
                               yaitu  anak  telah  mampu  menggunakan  bahasa  dalam  mengembangkan  konsep  nya,
                               objek. Karakteristik tahap ini adalah:
            Tahap simbolis     walaupun masih sangat sederhana. Maka sering terjadi kesalahan dalam memahami
              2 - 4 tahun     a. Self counter nya sangat menonjol
                              c. Mampu mengumpulkan barang-barang menurut kriteria, termasuk kriteria yang benar
                              d. Dapat menyusun benda-benda secara berderet, tetapi tidak dapat menjelaskan
                                  perbedaan antara deretan










          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106