Page 105 - combinepdf_Neat
P. 105
Kegiatan Belajar 2
Perkembangan Bahasa Moral dan Agama
Perkembangan Bahasa
1. Tahap Perkembangan Bahasa
Bahasa sangat penting karena merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan maksud
pada seseorang dengan tatanan kata yang mudah dimengerti. Lev Vygotsky, seorang psikolog asal Rusia yang
dikenal atas kontribusinya dalam teori perkembangan anak menjelaskan bahwa bahasa merupakan unsur yang
tidak dapat dipisahkan dari perkembangan anak itu sendiri. Dworetzky (1990) menguraikan dalam bukunya
bahwa dalam kehidupan manusia mengalami perkembangan bahasa melalui beberapa tahapan secara umum.
Untuk anak normal, tahapan terbagi menjadi dua yaitu tahapan pralinguistik dan linguistik.
Periode pralinguistik yaitu masa dimana anak belum mengenal bahasa atau mampu berbahasa,
maksudnnya adalah bayi yang baru saja lahir tidak dapat mengenal bahasa yang orang tuanya katakana dan bayi
tidak mampu berbahasa, seperti yang orang tuannya katakan. Tetapi bayi dapat membuat bahasanya sendiri dan
tidak dimengerti orang tuannya. Periode perkembangan pralinguistik pada anak yaitu pada usia sejak lahir sampai
11 bulan.
Periode linguistik adalah pertama kali bahasa yang diucapkan anak di akahir masa bayi. Kata pertama
umumnya muncul ketika usia 10-17 bulan. Kata pertama ini biasanya berhubungan langsung dengan benda atau
kegiatan tertentu sebagai bentuk dasar seperti mama, papa, baba, dan baru mempelajari kata lain yang abstrak
(Benedict dalam Dworetzky, 1990). Tahapan perkembangan linguistik ini terbagi menjadi empat tahap, yaitu:
a. Tahap pertama (12-18 bulan), anak menggunakan holofrase, kosa kata terdiri dari 3-50 kata, anak tidak
frustrasi jika tidak memahami suatu kosa kata atau tidak mampu mengungkapkan dalam kata-kata.
b. Tahap kedua (2- 3 tahun), anak membuat kata dalam frase yang terdiri dari 2-3 kata. Mulai dapat bercakap-
calap, kosakata bertambah hingga 200-300 kata, mulai menunjukkan frustrasi jika tidak memahami
perkataan orang lain atau orang lain tidak memahami kalimatnya.
c. Tahap ketiga (4-6 tahun), anak menguasai 1400-1600 kata dan mencari tahu tentang kosa kata yang tidak
diketahui, mulai menyesuaikan pengucapan dengan cara pengucapan orang lain, terjadi perselisihan dengan
kawan menggunakan bahasa, belajar tentang tata bahasa yang benar.
d. Tahap keempat (6-8 tahun), anak menggunakan bahsa secara simbolik (membaca dan menulis),
menggunakan bahasa yang lebih kompleks, jumlah kata perkalimat sebanyak 6-7 kata. Anak memiliki kosa
kata hingga 3000 kata serta dapat menggunakan kombinasi kata kerja, kata sifat dan kata benda.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

