Page 158 - BUKU ANTOLOGI PROBLEMATIK RANAH PEMBANGUNAN SISTEM EKONOMI DAN HUKUM DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
P. 158

ANTOLOGI PROBLEMATIK
              RANAH  PEMBANGUNAN
              SISTEM EKONOMI DAN HUKUM
              DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
              DR. H. R. ACHMAD DIMYATI
              NATAKUSUMAH, S.H., M.H., M.SI

              bangsa yakni apabila dalam masyarakat desa yang bersifatnya
              komunal tersebut yakni apabila dieliminasikannya musyawarah
              mufakat yang berbasiskan Pancasila dengan menggantikannya
              dan mengutamakan pelaksanaannya sistem pemerintahan desa
              dengan demokrasi liberal. Jika kita komparasikan sebagaimana
              yang diklasifikasikan antara Demokrasi Liberal dengan Demokrasi
                                                          143
              Deliberatif oleh Sutoro Eko terlihat sebagai berikut :

                Klasifikasi     Demokrasi Liberal   Demokrasi Delibratif

                Sumber          Tradisi Liberal Barat  Tradisi Kearifan
                                                    Lokalitas

                Basis           Individualisme      Kolektivitas berdasarkan
                                                    kekeluargaan
                Subtansi        Kebebasan Individu  Kebersamaan
                                                    kekeluargaan dan
                                                    gotong royong
                Instrumen       Lembaga Perwakilan,   Komunitas, Rapat Desa,
                                Partai Politik dan   Rembug Desa, Forum
                                Pemilu              Warga, Asosiasi Sosial,
                                                    dll
                Metode          Kontestasi-Voting   Musyawarah-Mufakat
                Model           Demokrasi Perwakilan  Demokrasi Deliberatif


                    Sebagaimana diketahui bahwa Demokrasi liberal yang
              merupakan demokrasi berkalkulasi pada pemilihan menang-kalah
              (zero sum game) bukan menjadi indikator utama dalam demokrasi
              substansial. Sehingga dapat berujung pada pemerintahan yang
              oligarkis-elitis. Apabila hal tersebut terjadi tentunya di dalam
              143  Sutoro Eko. 2015. Regulasi Baru, Desa Baru: Ide, Misi, dan Semangat UU Desa. Kementerian
                 Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Jakarta. hlm 57



                                         154
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163