Page 455 - BUKU KATA FADLI CATATAN KRITIS DARI SENAYAN
P. 455

Dr. Fadli Zon, M.Sc






                 maju. Sebab, selain menghadapi ancaman dari luar, negara-negara
                 berkembang juga menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas dalam
                 negerinya. Sesudah Reformasi politik kita kurang memperhatikan masalah
                 pertahanan dan lebih banyak disibukkan oleh masalah-masalah dalam
                 negeri lainnya. Ini harus diperhatikan oleh pemerintah, karena sepanjang
                 tahun 2016, dan dalam dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo,
                 kapasitas pemerintah dalam persoalan pertahanan dan keamanan nasional
                 banyak dipertanyakan.
                      Selain soal keamanan, pada dimensi ekonomi yang lebih luas, isu
                 mengenai tenaga kerja asing ilegal asal Cina yang berkali-kali muncul
                 sepanjang  tahun  2016  juga  menggambarkan  adanya  masalah  dalam
                 orientasi pembangunan pe-merintah. Politik pembangunan pemerintah
                 terlalu mengabdi kepada kepentingan investor. Banyaknya Paket Kebijakan
                 Ekonomi yang diluncurkan pemerintah, yang kini mencapai empat belas
                 jilid, dan belum akan selesai, semangatnya hanyalah untuk memangkas
                 aturan sesuai kepentingan investor semata. Persoalannya adalah,
                 mengutip data yang dirilis oleh BPS (Badan Pusat Statistik) dan juga Bank
                 Dunia, rasio antara penambahan modal dan penambahan pengeluaran tak
                 berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. Nilai ICOR (Incremental
                 Capital Output Ratio) kita tinggi, tapi pertumbuhan ekonomi cenderung
                 turun. Itu menunjukkan jika besaran investasi yang masuk tak dapat lagi
                 digunakan untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi.

                      Dulu, pada masa Orde Baru, setiap kenaikan 1 persen pertumbuhan
                 ekonomi bisa menciptakan 400 ribu lapangan kerja. Kini, kenaikan 1 persen
                 pertumbuhan ekonomi hanya bisa menciptakan 160 ribu lapangan kerja.
                 Itu artinya, selain menghadapi pertumbuhan ekonomi yang cenderung
                 menurun secara kuantitatif, pertumbuhan ekonomi secara kualitatif juga
                 makin buruk.
                      Selain soal keamanan dan pembangunan, kita juga perlu menyoroti
                 soal meningkatnya potensi ancaman bagi demokrasi. Rencana pemerintah
                 untuk memantau perbincangan  berbagai aplikasi  chatting di berbagai
                 platform media sosial bisa mengancam demokrasi. Negara jangan sampai
                 menjadi mata-mata bagi warganya. Itu memundurkan demokrasi kita.
                 Sebab, hak menyatakan pendapat baik lisan maupun tulisan dijamin oleh




                482 KATA FADLI
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460