Page 456 - BUKU KATA FADLI CATATAN KRITIS DARI SENAYAN
P. 456

CATATAN
                                                                        KEGAGALAN  BAB XXI
                                                                           JOKOWI




                 konstitusi. Begitu pula hak berekspresi di depan umum, hak berkumpul
                 dan berserikat, adalah hak setiap warga negara.
                      Terkait penggunaan media sosial yang kian massif, yang perlu
                 diatur adalah bagaimana  provider telekomunikasi, misalnya, tak
                 sembarangan menjual nomor atau sim card, sehingga orang bisa mudah
                 menyalahgunakannya untuk kepentingan yang melanggar kepatutan
                 dan bahkan hukum, seperti menciptakan identitas dan akun-akun palsu.
                 Berita-berita  hoax dan informasi tanpa klarifikasi kini memang mudah
                 beredar secara massif di media sosial dan aplikasi  chatting, namun
                 yang harus dilakukan oleh pemerintah bukanlah melakukan sensor atau
                 pembatasan informasi, melainkan pendewasaan dan pencerdasan publik.
                 Kita tak bisa melawan teknologi. Yang harus dilakukan adalah bagaimana
                 menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
                      Ancaman kemunduran demokrasi juga ditandai oleh begitu
                 mudahnya aparat keamanan melemparkan tuduhan makar terhadap para
                 aktivis. Penangkapan dengan tuduhan makar, tanpa bukti yang kuat, adalah
                 praktik  rezim otoritarian  yang dapat mengganggu  demokrasi. Negara
                 tak boleh menakut-nakuti warganya. Jangan sampai hukum menjadi alat
                 politik pemerintah apalagi alat kekuasaan.
                      Pemerintah mungkin telah keliru dalam membedakan antara
                 keamanan negara, keamanan rezim, serta keamanan sosial. Jangan sampai
                 hanya karena media sosial yang kerap digunakan mengkritisi pemerintah,
                 lantas itu dianggap bisa mengganggu keamanan negara.
                      Secara umum, saya menilai jika situasi politik dan keamanan tahun
                 2016 memang menghangat dan akan tambah hangat pada 2017 karena
                 akan ada Pilkada serentak gelombang kedua.
                      Masyarakat kita sebenarnya telah kian dewasa dalam berdemokrasi.
                 Kita  bisa melihat, pada  aksi  411 dan  212,  misalnya, jutaan  orang  bisa
                 berdemonstrasi dengan damai dan tidak merusak, padahal isu yang
                 mereka angkat adalah isu penistaan agama, yang lima belas atau dua puluh
                 lima tahun lalu pasti memancing reaksi anarkis.

                      Bahwa masyarakat lebih memilih penyelesaian melalui jalur hukum
                 daripada anarki, itu adalah sebuah kemajuan. Meskipun demikian, aksi




                                                                  CATATAN-CATATAN KRITIS  483
                                                                         DARI SENAYAN
   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461