Page 465 - BUKU KATA FADLI CATATAN KRITIS DARI SENAYAN
P. 465

Dr. Fadli Zon, M.Sc





                                                (5)

                                   HUKUM SEMAKIN JADI
                                      ALAT KEKUASAAN


                S           AYA  menilai hukum kini semakin menjadi alat kekuasaan,



                            sehingga akhirnya gagal memenuhi tuntutan keadilan. Ini
                            merupakan kesimpulan saya atas Catatan Akhir Tahun 2017 di
                            bidang Hukum.

                                  Indonesia adalah negara hukum. Ketentuan ini
                 tercantum jelas pada Pasal 1 ayat (3) UUD 1945. Ingat, ini adalah pasal
                 pertama konstitusi kita. Jadi, penegasan bahwa Indonesia adalah negara
                 hukum (rechtstaat), disebut di bagian paling awal konstitusi, sesudah
                 konstitusi kita menegaskan soal bentuk negara dan pentingnya kedaulatan
                 rakyat. Ini menunjukkan desain konstitusi kita tak menghendaki Indonesia
                 menjadi negara kekuasaan. Kehidupan berbangsa dan bernegara harus
                 berdasarkan hukum.
                      Sayangnya, sepanjang 2017 saya memperhatikan negara kita justru
                 makin bergerak ke arah negara kekuasaan. Pemerintah telah menjadikan
                 hukum sebagai instrumen kekuasaan, bukan instrumen  menegakkan
                 keadilan. Berbagai survei tentang kinerja pemerintahan Jokowi, misalnya,
                 selalu  menempatkan  hukum,  selain  ekonomi,  sebagai  sumber  utama
                 ketidakpuasan masyarakat.
                      Bahaya sekali jika hukum dijadikan alat kekuasaan, karena hal ini
                 akan menjatuhkan wibawa hukum di hadapan masyarakat. Pemerintah
                 seharusnya menyadari jika keadilan hukum merupakan salah satu alat
                 untuk menciptakan stabilitas dan kohesi sosial. Itu sebabnya pemerintah
                 tak boleh melakukan politisasi hukum. Adanya standar ganda dalam bidang
                 penegakkan  hukum  bisa  mengancam  kohesi  sosial  dan  melonggarkan
                 tenun kebangsaan.
                      Tapi kita bisa menyaksikan, batas api (fire line) itu telah banyak
                 dilanggar oleh pemerintah sepanjang tahun ini. Di satu sisi, kita melihat




                492 KATA FADLI
   460   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470