Page 14 - MAJALAH 213
P. 14
LAPORAN UT AMA
Dinamika Kenaikan dikarenakan tingginya permintaan
(demand) di tengah keterbatasan
BBM di Tengah pasokan (supply) minyak dunia.
Terlebih di beberapa negara utara
khatulistiwa akan menghadapi musim
Pemulihan Ekonomi dingin. Sehingga membutuhkan
pasokan energi yang memadai
kepada jutaan penduduk, termasuk
ke beberapa negara berkembang
berpenduduk besar, seperti
Indonesia.
Pemerintah menilai, kenaikan BBM per awal Meski terjadi fluktuasi harga
September dari harga keekonomiannya tak dapat minyak dunia, harga rata-rata ICP
dalam satu tahun masih di angka 98,8
dihindari. Setidaknya ada empat alasan yang dolar AS atau hampir 99 dolar AS.
diungkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait “Jadi, kalaupun harga minyak dunia
penyesuaian harga BBM ini. turun sampai di bawah 90 dolar AS
DATA Ketiga, percepatan menuju energi
mengungkapkan bersih atau energi hijau. Sebab,
bahwa kuota pemerintah harus melakukan transisi
Pertalite telah energi yang menjadi tujuan jangka
ditetapkan panjang untuk mencapai target
pemerintah National Determined Contributions
sebanyak 23,05 pada 2030 (NDC) dan Net-Zero
juta kiloliter Emission (NZE) pada 2060.
(KL) pada 2022. Keempat, situasi ekonomi-
Namun, hingga Juli 2022 realisasi politik global. Dampak dari Perang
konsumsi Pertalite sudah mencapai Rusia versus Ukraina yang belum
mencapai 16,84 juta KL. Di sisi lain, jelas berhujung pangkal, membuat
kuota solar ditetapkan sebanyak 14,91 harga-harga minyak dunia (Crude
juta KL untuk 2022, tetapi realisasi Oil Price), baik jenis WTI maupun
konsumsinya sudah mencapai 9,88 Brent, bergejolak fluktuatif. Hal itu
juta KL hingga Juli 2022.
“Jadi, kalau ikuti tren ini, Oktober
habis kuotanya itu,” ujar Menkeu Sri
Anggota Komisi XI DPR RI
Mulyani beberapa waktu lalu. Achmad Hafisz Tohir.
Kedua, keterbatasan anggaran. FOTO: JAKA/NVL
Kemenkeu mencatat selama periode
Januari-Februari 2022, belanja subsidi
energi Indonesia mencapai Rp 21,7
triliun. Nilai tersebut setara 16,97
persen dari anggaran subsidi energi
sebesar Rp134,03 triliun. Khusus
anggaran subsidi BBM jenis tertentu
tersebut, jumlahnya tercatat sebesar
Rp11,3 triliun. Jika pemerintah terus
memberi subsidi energi, maka akan
terjadi pembengkakan belanja
pemerintah.
14 PARLEMENTARIA EDISI 213 TH. 2022