Page 284 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 284

276    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             sesuai dengan Pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 Tentang Pendaftaran
             Tanah (selanjutnya disebut PP No. 24 tahun 1997).
                Pasal 14
                (1)  Untuk  keperluan  pemgumpulan  dan  pengolahan  data  fisik  dilakukan  kegiatan

                     pengukuran dan pemetaan
                (2)  Kegiatan pengukuran dan pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
                     a.  Pembuatan peta dasar pendaftaran

                     b. Penetapan batas-batas bidang tanah
                     c.  Pengukuran dan pemetaan bidang-bidang tanah dan pembuatan peta
                       pendaftaran
                     d. Pemnbuatan daftar tanah

                     e.  Pembuatan surat ukur
                  Secara  umum  kegiatan  pendaftaran  tanah  sampai  kepada  kegiatan  pemeliharan  data
             pendaftaran tanah dinyatakan dalam Pasal 12 PP No. 24 Tahun 1997.
                Pasal 12

                (1)  Kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali meliputi :
                     a.  Pegumpulan dan pengolahan data fisik
                     b. Pembuktian hak dan pembukuannya

                     c.  Penerbitaan sertipikat
                     d. Penyajian data fisik dan data yuridis
                (2)  Kegiatan pemeliharan data pendaftaran tanah meliputi:
                     a.  Pendaftaran peralihan dan beban hak

                     b. Pendaftaran perubahan data pendaftaran tanah lainnya
                  Sistem  publikasi  yang  digunakan  dalam  penyelenggaraan  pendaftaran  tanah  pada
             dasarnya terdapat dua sistem yaitu sistem publikasi positif dan sistem publikasi negatif. Pada
             pendaftaran  tanah  yang  mempergunakan  sistem  publikasi  positif,  di  sini  Negara  sebagai

             pendaftar menjamin bahwa pendaftaran yang sudah dilakukan adalah benar dan orang yang
             mendaftar sebagai pemegang hak atas tanah tidak dapat diganggu gugat lagi haknya.
                  Menurut  Budi  Harsono  sendiri,  dengan  selesainya  dilakukan  pendaftaran  atas  nama

             penerima hak, pemegang hak yang sebenarnya menjadi kehilangan haknya. Ia tidak dapat
             menuntut pembatalan perbuatan hukum yang memindahkan hak yang bersangkutan kepada
             pembeli.  Dalam  keadaan  tertentu  ia  hanya  bisa  menuntut  ganti  kerugia  kepada  Negara.
                                                                                        40
             Untuk menghadapi ganti kerugian tersebut disediakan suatu dana khusus.
                  Kemudian pada sistem publikasi negatif, Negara sebagai pihak pendaftar tidak menjamin
             bahwa orang yang terdaftar sebagai pemegang hak adalah orang yang benar-benar berhak.
             Pendaftaran tanah tidak membuat orang memperoleh tanah, kemudian benar-benar menjadi



                40  Boedi  Harsono,  2005,  Hukum  Agraria  Indonesia:  Sejarah  Pembentukan  Undang  Undang  Pokok
             Agraria, Isi Pelaksanaanya, Djambatan, Jakarta, hlm. 81.
   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289