Page 431 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 431

Mukmin Zakie: Pergeseran Makna Kepentingan Umum dalam Pengadaan Tanah ...     423

                                                                                                32
                  Kepentingan  umum  diatur  dalam  berbagai  peraturan  perundang-undangan.  Konsep
             yang  muncul  ketika  memulai  membicarakan  tujuan  hukum  adalah  kepentingan  umum.
             Dengan demikian, kepentingan umum sebagai konsep harus berjalan berdampingan dengan
             terwujudnya  negara.  Negara  dibentuk  demi  kepentingan  umum  dan  hukum  merupakan

             sarana utama untuk mewujudkan kepentingan umum tersebut. Hukum tidak mempunyai
             pilihan lain kecuali di samping menjamin kepentingan umum juga melindungi kepentingan
             perorangan agar keadilan dapat terlaksana. Berarti dapat dijelaskan bahwa hukum sendiri

             tidak dapat dipisahkan dari norma keadilan, karena hukum adalah pengejawantahan dari
                                      33
             prinsip-prinsip keadilan.
                  Reinach,  sebagaimana  pemikir  lainnya,  misalnya  Notonegoro,  berpendapat  bahwa
                                                                                     34
             kepentingan umum hendaknya seimbang dengan kepentingan individu.  Begitu pentingnya
             arti  kepentingan  umum  dalam  kehidupan  bernegara  yang  dalam  praktiknya  berbenturan
             dengan kepentingan individu maka perlu didefinisikan dengan jelas. Satjipto Rahardjo ber-
             pendapat  bahwa  istilah  kepentingan  umum  agar  jelas  dan  memenuhi  rasa  keadilan
             masyarakat tidaklah cukup dipahami secara legalistik-formalistik, namun harus diintegrasi-

             kan menurut metode penemuan hukumnya.
                  Apabila  nilai-nilai  yang  menyangkut  kepentingan  umum  sudah  ditinggatkan  dan
             kepentingan pribadi atau kelompok ditonjolkan, friksi sengketa dan pergolakan tidak dapat

             dihindari. Paham negara hukum yang bersumber pada Pancasila meletakkan kepentingan
             individu dan kepentingan masyarakat secara seimbang. Negara tidak berfungsi secara pasif
             tetapi  harus  secara  aktif  mengusahakan  ketertiban  umum  dan  sekaligus  menunjang
             kesejahteraan masyarakat. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang terdapat

             dalam Pancasila merupakan penegasan mendasar bahwa aparatur pemerintah mengemban
             tugas penting berkenaan dengan kesejahteraan dan kepentingan umum.
                  Prinsip-prinsip kriteria kepentingan umum dapat diurai lebih rinci, setidaknya meliputi
             sifat kepentingan umum; bentuk kepentingan umum; ciri-ciri kepentingan umum. Demikian

             metode  penerapan  tiga  aspek  tersebut  sehingga  kriteria  kepentingan  umum  dapat
             diformulasikan secara pasti, adil dan dapat diterima di masyarakat.




                32  Undang-Undang  Nomor  5  Tahun  1960  tentang  Peraturan  Dasar  Pokok-Pokok  Agraria,  Undang-
             undang Nomor 20 Tahun 1960 tentang pencabutan Hak-Hak Atas Tanah dan Benda-Benda yang Ada di
             Atasnya,  Peraturan  Pemerintah  Nomor  39  Tahun  l973  tentang  Pelaksanaan  Pencabutan  Hak-Hak  atas
             Tanah dan Benda-Benda yang Ada di Atasnya, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 1975
             tentang Ketentuan-Ketentuan Mengenai Tata Cara Pembebasan Tanah, Peraturan Menteri dalam Negeri
             Nomor  2  Tahun  1976  tentang  Penggunaan  Acara  Pembebasan  Tanah  untuk  Kepentingan  Pemerintah,
             Peraturan  Menteri  Dalam  Negeri  Nomor  2  Tahun  1985  tentang  Tata  cara  Pengadaan  Tanah  untuk
             Keperluan Proyek Pembangunan di wilayah Kecamatan, Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang
             pengadaan Tanah bagi pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
                33  Noto Hamidjoyo, Demi Kemanusiaan dan Keadilan, tanpa tahun dalam Sunarno, Op Cit.
                34  Maria S.W. Soemardjono, Kebijakan Pertanahan antara Regulasi dan Implementasi, Kompas, Jakarta,
             2001, hlm. 12.
   426   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436