Page 427 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 427
Mukmin Zakie: Pergeseran Makna Kepentingan Umum dalam Pengadaan Tanah ... 419
sehingga menimbulkan multi tafsiran yang akan membingungkan masyarakat dan para
pengambil kebijakan itu sendiri.
Di Malaysia, tujuan pengambilan tanah diatur dalam seksyen/Pasal 3 Akta Pengambilan
Tanah (APT) 1960. Dalam seksyen 3 APT 1960 tersebut dinyatakan:
Pihak Berkuasa Negeri (Pemerintah Daerah) boleh mengambil tanah manapun yang
diperlukan
(a) untuk sebarang maksud awam; (bagi kepentingan umum)
(b) oleh sebarang orang atau perbadanan bagi sebarang maksud yang pada pendapat PBN
adalah bermanfaat untuk pembangunan ekonomi Malaysia atau mana-mana
bahagiannya atau kepada awam amnya atau mana-mana golongan awam; atau
(c) untuk maksud perlombongan (pertambangan) atau untuk maksud-maksud tempat
kediaman, pertanian, perdagangan atau perindustrian.
Di dalam buku Manual Pengambilan Tanah, secara mudah menyebut bahwa "maksud
awam" ialah setiap maksud yang bertujuan untuk kepentingan yang membawa manfaat
untuk masyarakat umum atau sebahagian masyarakat tetapi bukan untuk kepentingan
individu. Maka pengambilan tanah untuk sekolah, rumah sakit, pengadilan dan jalan adalah
20
dianggap sebagai maksud atau keperluan awam.
Seksyen 3(b) APT membenarkan PBN mengambil tanah untuk tujuan tertentu yang
menurut pendapat PBN membawa manfaat bagipembangunan ekonomi negara, masyarakat
keseluruhan atau sebagian masyarakat. Apakah pengambilan tanah itu dilakukan oleh
perorangan, badan hukum atau oleh lembaga/institusi tidak begitu dihiraukan, asalkan ia
bermanfaat untuk pembangunan ekonomi, negara atau masyarakat. Pihak Berkuasa Negeri
lah yang akan menilai sesuatu proyek itu akan memberi atau mendatangkan manfaat bagi
masyarakat umum atau tidak.
21
C. Bentuk, Sifat, dan Hakikat Kepentingan Umum
Meskipun untuk mencari pengertian kepentingan umum secara pasti sukar dilakukan
dan telah lama dijadikan suatu doktrin (Public Purpose Doctrine) tetapi menurut Michael G.
Kitay, kepentingan umum di berbagai negara dapat diwujudkan/diukur dengan 2 (dua) cara,
22
yakni sebagai berikut.
1. Pedoman Umum (General Guide)
Di sini negara hanya menyatakan bahwa pengadaan tanah dibutuhkan untuk kepen-
tingan umum (public purpose). Istilah public purpose bisa saja berubah, misalnya public
menjadi social, general, common, atau collective.
20 Jabatan Ketua Pengarah Tanah dan Galian Persekutuan, Kuala Lumpur, tanpa tahun, hlm.3
21 Sunarno, “Tinjauan Yuridis-Kritis terhadap Kepentingan Umum dalam Pengadaan Tanah untuk
Pembangunan”, Disampaikan dalam seminar dosen FH-UMY Februari 2002, (dalam
http://www.umy.ac.id/hukum/ download/Agraia%20,PDF'.
22 Michael G. Kitay (1985: 40) dalam Oloan Sitorus dan Dayat Limbong, Pengaa Tanah untuk
Kepentingan Umum, Cetakan Pertama, Mitra Kebijakan Tanah Indonesia, Yogyakarta, 2004, hlm. 8.

