Page 423 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 423

Mukmin Zakie: Pergeseran Makna Kepentingan Umum dalam Pengadaan Tanah ...     415


                  Berdasarkan kenyataan ini pemerintah kemudian mengeluarkan Undang-Undang No-
                                                                                                         6
             mor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.
             Dalam banyak hal pencabutan, pembebasan, dan pelepasan hak atas tanah selalu menim-
             bulkan ekses yang mempunyai dampak cukup besar terhadap stabilitas masyarakat. Berbagai

             ketegangan  timbul  dalam  masyarakat,  karena  adanya  ketidak  sepakatan  antara  pemilik
             tanah/pemegang hak atas tanah yang tanahnya akan diambil untuk keperluan proyek-proyek
             pembangunan dan pihak penguasa yang bertugas untuk melakukan hal tersebut.

                  Di  samping  itu,  masalah  lain  timbul  karena  status  hak  yang  tidak  jelas.  Begitu  juga
             tentang bentuk dan besarnya ganti kerugian yang akan diberikan kepada masyarakat yang
             terkena dampak. Pencabutan, pembebasan,dan pelepasan hak-hak atas tanah tidak hanya
             dilakukan oleh pemerintah untuk pembangunan berbagai proyek pemerintah namun juga

             diperuntukkan  bagi  proyek  pembangunan  untuk  kepentingan  umum  oleh  pihak  swasta,
             tetapi pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk dan cara yang berbeda. Pemerintah melaksa-
             nakan  pembebasan,  untuk  proyek  pemerintah  atau  proyek  fasilitas  umum  seperti  kantor
             pemerintah,  jalan raya pelabuhan laut,  pelabuhan  udara,  dan  sebagainya.  Adapun  tujuan

             pembebasan  dilakukan  oleh  pihak  swasta  dipergunakan  untuk  pembangunan  berbagai
             fasilitas  umum  yang  bersifat  komersial  misalnya,  pembangunan  perumahan/real  estate,
             pusat-pusat perbelanjaan/ shoping center, pembangunan jalan bebas hambatan, dan lain-

             lain.
                  Sengketa yang terjadi antara rakyat dan pemerintah atau rakyat dan pihak swasta (yang
             dibantu  oleh  orang-orang  pemerintah)  berkisar  tentang  bentuk  dan  besarnya  ganti  rugi,
             adanya kolusi, korupsi dan nepotisme dikalangan pejabat atau perantara-perantara (calo-calo

             tanah)  yang  melakukan  manipulasi  harga  tanah,  serta  proses  musyawarah  yang  kerap
             berubah menjadi intimidasi, baik secara fisik maupun psikis terhadap pemilik tanah.
                  Peraturan  hukum  mengenai  pencabutan,  pembebasan,  atau  pelepasan  hak-hak  atas
             tanah untuk keperluan pemerintah maupun swasta dalam praktiknya belum berjalan sesuai

             dengan isi dan jiwa dari peraturan yang ada sehingga pada satu pihak timbul kesan seakan-
             akan  hak  dan  kepentingan  rakyat  pemilik  tanah  tidak  mendapat  perlindungan  hukum.
             Adapun pemerintah atau pihak yang memerlukan tanah juga mengalami kesulitan-kesulitan

             dalam  memperoleh  tanah  untuk  membangun  proyeknya.  Secara  faktual  pelaksanaan
             pencabutan,  pembebasan,  dan  pelepasan  hak  atas  tanah  untuk  kepentingan  umum
             bernuansa konflik, baik dari sudut peraturan dan paradigma hukum yang berbeda antara
             masyarakat  dengan  penguasa/pemerintah,  serta  penerapan  hukum  dari  para  hakim  yang





                6  Ketiga  lembaga  hukum  tersebut  masing-masing  diatur  dalam  Undang-Undang  No.  20  Tahun  1961
             tentang Pencabutan Hak-Hak atasTanah dan Benda-Benda yang Ada di Atasnya, Peraturan Menteri Dalam
             Negeri  No.15Tahun  1975  tentang  Ketentuan  –Ketentuan  Mengenai  TataCara  PembebasanTanah,dan
             Keputusan Presiden No.55 Tahun 1993 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk
             Kepentingan Umum.
   418   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428