Page 418 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 418

410    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya


                2.  Materi  yang  menurut  ketentuan  Ketetapan  MPR  RI  harus  diatur  dengan  Undang-
                   undang
                3.  Materi  yang  menurut  ketentuan  undang-undang  harus  dilaksanakan  lebih  lanjut
                   dengan undang-undang

                4.  Materi lain yang sifatnya mengikat umum, seperti:
                   a.  Yang membebankan kewajiban kepada warga negara
                   b. Yang mengurangi kebebasan warga negara

                   c.  Yang memuat keharusan dan atau larangan.
                  Sehingga  dari  materi  muatan  diterbitkannya  UU  No.  20  tahun  1961  setidaknya  telah
             memenuhi ketentuan undang-undang yang harus dilaksanakan lebih lanjut dengan undang-
             undang. Dan juga merupakan materi yang bersifat umum (berkaitan dengan kepentingan

             umum) dan HAM di dalamnya. Oleh karena itu UU ini tetap berlaku meski kemudian diter-
             bitkannya Pemendagri No. 15 tahun 1975. Permendagri No. 15 tahun1975 itu menimbulkan
             kontroversi di kalangan sarjana hukum. Ada yang mempersoalkan bahwa ditinjau dari segi
             materinya  Permendagri  itu  di  uji  kepada  doktrin  bahwa  ada  pembatasan  wewenang  bagi

             badan negara untuk membuat undang-undang dalam arti materiil dengan anggapan bahwa
             pembebasan tanah sama dengan pencabutan hak berarti bahwa Permendagri itu mengantar
             materi undang-undang. Kebatalan itu di sebabkan:

                1.  Menteri dalam negeri tidak memiliki wewenang membuat peraturan yang mengikat
                   umum tanpa adanya pendelegasian wewenang.
                2.  Mengenai pencabutan hak undang-undang No. 20 tahun 1961 telah menunjuk presiden
                   sebagai instasi yang berwenang memutuskanya (bukan wewenang menteri)

                3.  PMDN tersebut mengatur soal yang telah diatur dengan undang-undang yaitu UU No.
                                                                                                        21
                   20 tahun 1961, sedangkan isi PMDN tersebut tidak sejalan dengan undang-undang itu.
                  Kemudian dalam pengaturan pengadaan tanah selanjutnya baik dalam Keppres No. 55
             tahun 1993, Perpres No. 36 tahun 2005 dan Perpres No. 65 tahun 2006 kembali mencan-

             tumkan UU No. 20 tahun 1961 dalam dasar mengingatnya. Tahun 2012, diterbitkan UU No. 2
             tahun 2012, dalam pasal 58 (ketentuan peralihan) huruf c disebutkan, ““peraturan perundang-
             undangan mengenai tata cara pengadaan tanah dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak

             bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan ketentuan UU ini”. Ini pun
             menimbulkan  pertanyaan  tentang  bagaimana  status  UU  No.  20  tahun  1961?,  sedangkan
             dalam ketentuan penutup UU No. 2 tahun 2012 tidak ada menyebutkan mencabut UU No. 20
             tahun 1960.


             C. Kesimpulan dan Saran
                  Berdasarkan uraian tersebut diatas, berbicara politik hukum sebagaimana pendapat dari

             Mahfud MD, yang menyatakan bahwa merupakan pilihan tentang hukum-hukum yang akan

                21  Sf Marbun dan Moh. Mahfud Md, Pokok-pokok hukum administrasi negara, Liberty Yogyakarta.
   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423