Page 414 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 414

406    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya


                  Beberapa aturan hukum perihal pengaturan mengenai “pengambilan tanah” rakyat oleh
             negara  dalam  rangka  pengadaan  tanah  bagi  pembangunan  untuk  kepentingan  umum.
             Pertama,  Undang Undang Nomor  20 Tahun 1961 tentang Pencabutan Hak-hak Atas Tanah
             dan Benda-benda yang ada di Atasnya. Undang Undang Nomor 20 Tahun 1961 mengatur

             bahwa, pada azasnya penggunaan tanah kepunyaan orang lain untuk kepentingan umum
             pertama-tama harus dilakukan atas dasar persetujuan pemilik tanah, tetapi apabila dalam
             keadaan mendesak, dan kepentingan umum menghendaki maka atas dasar semua hak atas

             tanah memiliki fungsi sosial, kepentingan umum harus lebih didahulukan. Undang-undang
             ini adalah penjabaran dari Pasal 6 dan Pasal 18 UU PA sebagai dasar bagi pencabutan hak
             atas.  Kedua,  peraturan  Menteri  Dalam  Negeri  Nomor  15  Tahun  1975  tentang  Ketentuan-
             ketentuan  Mengenai  Tata  Cara  Pembebasan  Tanah.  Di  dalam  peraturan  ini  pembebasan

             tanah diartikan sebagai melepaskan hubungan hukum yang semula terdapat di antara peme-
             gang hak/penguasa atas tanahnya dengan cara memberikan ganti rugi. Pembebasan tanah
             dilakukan baik untuk keperluan pemerintah maupun keperluan swasta.
                  Ketiga,  Keppres  No.  55  Tahun  1993  tentang  Pengadaan  Tanah  Bagi  Pelaksaan  Pem-

             bangunan Untuk Kepentingan Umum, dengan memberikan definisi Pengadaan Tanah adalah
             setiap kegiatan untuk mendapatkan tanah dengan cara memberikan ganti kerugian kepada
             yang berhak atas tanah tersebut. Keempat, Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang

             Pengadaan  Tanah  Bagi Pelaksanaan  Pembangunan  Untuk  Kepentingan  Umum  menyebut
             pengambilan tanah rakyat oleh negara disebut dengan pengadaan tanah. Dalam Peraturan
             Presiden ini pengadaan tanah diberi arti sebagai setiap kegiatan untuk mendapatkan tanah
             dengan  cara  memberikan  ganti  rugi  kepada  yang  melepaskan  atau  menyerahkan  tanah,

             bangunan, tanaman, dan benda benda yang berkaitan dengan tanah atau dengan pencabutan
             hak.  Peraturan  Presiden  Nomor  36  Tahun  2005  ini  selanjutnya  diubah  dengan,
             Kelima,Peraturan  Presiden  Nomor  65  Tahun  2006  tentang  Perubahan  Atas  Peraturan
             Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan

             Untuk  Kepentingan  Umum.  Dalam  Peraturan  Presiden  ini  pengadaan  tanah  diberi  arti
             sebagai  setiap  kegiatan  untuk  mendapatkan  tanah  dengan  cara  memberikan  ganti  rugi
             kepada yang melepaskan atau menyerahkan tanah, bangunan, tanaman, dan benda benda

             yang berkaitan dengan tanah.
                  Keenam, Meski telah mengalami beberapa kali perkembangan, namun berbagai pera-
             turan perundang-undangan tersebut dipandang belum dapat memberikan kepastian hukum
             perolehan  tanah  untuk  pelaksanaan  pembangunan,  untuk  itu  pada  tahun  2012  terbitlah

             Undang  Undang  Nomor  2  Tahun  2012  tentang  Pengadaan  Tanah  bagi  Pelaksanaan  Pem-
             bangunan Untuk Kepentingan Umum (selanjutnya disebut UU Pengadaan Tanah). Dalam
             undang-undang ini, pengadaan tanah diartikan sebagai kegiatan menyediakan tanah dengan

             cara memberi ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak.Undang Undang
             Nomor  2  Tahun  2012  tentang  Pengadaan  Tanah  Bagi  Pembangunan  Untuk  Kepentingan
   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419