Page 412 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 412

404    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya


             adanya  pengaturan  dalam  konstitusi  yang terkait  dengan  penguasaan  sumber  daya  alam.
             Penguasaan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dalam UUD NRI
             1945 diatur dalam Pasal 33 yang mempertegas bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang
             terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara.

                  Perwujudan negara untuk mensejahterakan rakyat dengan pembangunan di sisi lain, dan
             “pengambilalihan” tanah individual untuk kepentingan pembangunan itulah, yang memer-
             lukan pengaturan dan kebijakan negara, dalam bentuk politik hukum. Karena sebagaimana

             pendapat Moh. Mahfud MD menjelaskan bahwa politik hukum merupakan pilihan tentang
             hukum-hukum yang akan diberlakukan sekaligus pilihan tentang hukum-hukum yang akan
             dicabut  atau  tidak  diberlakukan  yang  kesemuanya  dimaksudkan  untuk  mencapai  tujuan
             negara seperti yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 194511.Selain Mahfud MD, Satjipto
                       12
             Rahardjo  mendefinisikan politik hukum sebagai aktifitas memilih dan cara yang hendak
             dipakai untuk mencapai suatu tujuan sosial dan hukum tertentu dalam masyarakat. Terdapat
             beberapa pertanyaan mendasar yang timbul dalam studi politik hukum yaitu:
                  a.  Tujuan apakah yang hendak dicapai dengan sistem hukum yang ada?;

                  b. Cara-cara apakah dan yang manakah yang paling baik untuk bisa dipakai mencapai
                     tujuan  tersebut?  Termasuk  di  dalamnya  menyangkut  persoalan  pemilihan  antara
                     hukum tertulis atau tidak tertulis, antara sentralisasi dan desentralisasi;

                  c.  Kapankah  waktunya  hukum  itu  perlu  diubah  dan  melalui  cara-cara  bagaimana
                     perubahan itu sebaiknya dilakukan?; dan
                  d. Dapatkah  dirumuskan  suatu  pola  yang  mapan  yang  bisa  memutuskan  kita  dalam
                     proses  pemilihan  tujuan  serta  cara-cara  untuk  mencapai  tujuan?.  Termasuk  di

                     dalamnya proses untuk memperbarui hukum secara efisien: dengan perubahan total?,
                                                            13
                     dengan perubahan bagian demi bagian? .
                  Sunaryati Hartono tidak secara eksplisit memberikan pengertian politik hukum, tetapi
             secara  implisit  pengertian  politik  hukum  dapat  disimpulkan  dari  pernyataannya  bahwa

             hukum  sebagai  alat  dan  secara  praktis  politik  hukum  merupakan  alat  atau  sarana  atau
             langkah yang dapat dipergunakan oleh pemerintah untuk menciptakan sistem hukum nasio-
                                                                                            14
             nal yang dikehendaki untuk mencapai tujuan masyarakat yang dicita-citakan.  Pencapaian
             tujuan  tersebut  terkait  erat  dengan  pilihan-pilihan  dari  pemerintah  mengenai  cara  yang
             dianggap tepat yang hendak dipakai. Lain hal nya dengan Teuku Mohammad Radhie mem-
             berikan  batasan  politik  hukum  secara  luas,  yaitu  sebagai  suatu  pernyataan  kehendak
             penguasa negara mengenai hukum yang berlaku di wilayahnya dan mengenai arah hukum,

                                                   15
             perkembangan hukum yang dibangun . Demikian politik hukum meliputi kebijakan tentang

                11  Moh.Mahfud MD. Politik Hukum di Indonesia, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2009, hlm. 1.
                12  Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum, Cetakan III, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1991, hlm. 352.
                13  Ibid, hlm. 352-353.
                14  C. F. G. Sunariyati Hartomo. Politik Hukum, .... op. Cit, hlm 1-2.
                15  Teuku Mohammad Radhie, dalam Mahfud MD, Politik Hukum.... ibid, hlm. 1.
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417