Page 413 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 413

Rofi Wahanisa: Politik Hukum Pengaturan Pengadaan Tanah ...      405


             hukum  yang  berlaku  (ius  constitutum)  dan  hukum  yang  akan  diberlakukan  (ius  consti-
             tuendum).
                  Bertolak  dari  pemikiran  diatas,  sangat  perlu  kiranya  politik  hukum  dibahas  secara
             mendalam kaitannya dengan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum

             ini, karena dalam politik hukum tercermin kehendak dari penguasa dalam hal ini negara
             dalam  bentuk  peraturan  perundangan,  pengaturan  serta  kebijakan  yang  terkait  dengan
             pengadaan tanah. Dengan tujuan untuk memberikan kesejahteraan, keadilan dan dilakukan

             secara demokratis.
                  Dasar pengadaan tanah ini adalah kewenangan negara untuk menyelenggarakan pem-
             bangunan untuk  kepentingan  umum,  dengan melakukan  “pengambilalihan”  tanah  rakyat
             dengan cara pengadaan tanah ini merupakan bagian dari Hak Menguasai Negara sebagai-

             mana  diatur  diatur  dalam  Pasal  2  ayat  (2)  UUPA.  Hak  menguasai  negara  ini  seata-mata
             beraspek publik. Adapun penjabaran lebih lanjut dari makna dikuasai oleh negara ini dapat
             dilihat dalam UUPA, sebagaimana terdapat pada Pasal 2 ayat (2), hak menguasai dari negara
             meliputi kewenangan untuk:

                  1.  mengatur  dan  menyelenggarakan  peruntukan,  penggunaan,  persediaan,  dan
                      pemeliharaan bumi, air, dan ruang angkasa Indonesia.
                  2.  menentukan  dan  mengatur  hubungan-hubungan  hukum  antara  orang-orang

                      dengan bumi, air, dan ruang angkasa tersebut, dan
                  3.  menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan
                      perbuatan-perbuatan hukum yang mengenai bumi, air, dan ruang angkasa tersebut.
                  Namun  demikian,  penguasaan  oleh  negara  tersebut  digunakan  untuk  sebesar-besar

             kemakmuran rakyat. Pada bagian lain, UUD NRI 1945 juga menegaskan adanya penghor-
             matan terhadap milik pribadi, sebagaimana ditegaskan pada Pasal 28 A, 28 H ayat (4) dan
             Pasal 28 J ayat (2).  Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup
             dan kehidupannya.  Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut

             tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.  Dalam menjalankan hak
             dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang diterapkan dengan
             undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghor-

             matan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai
             dengan  pertimbangan  moral,  nilai-nilai  agama,  keamanan,  dan  ketertiban  umum  dalam
             suatu masyarakat demokratis.
                  Dengan melandaskan pemikiran pada konsep negara hukum, negara kesejahteraan serta

             batasan-batasan penggunaan hak menguasai dari negara, dikaitkan dengan pengambilalihan
             hak atas tanah, maka dua hal yang merupakan batasan penting, yaitu bahwa pengambilalihan
             tanah itu dilakukan semata-mata demi kepentingan umum dan bahwa kepada pemegang hak

             harus diberikan ganti kerugian.
   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418