Page 409 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 409

Rofi Wahanisa: Politik Hukum Pengaturan Pengadaan Tanah ...      401


             negara  dan  dipergunakan  untuk  sebesar-besar  kemakmuran  rakyat”,  termaktub  dalam
             rumusan  Pasal  33  ayat  (3)  UUD  1945  maka  menjadi  kewajiban  untuk  menyelenggarakan
             kesejahteraan umum merupakan konsekuensi dari diterimanya konsep negara kesejahteraan
             (welfare state). Dalam konsep negara kesejahteraan, pemerintah diharuskan menyelengga-

             rakan  kegiatan-kegiatan  guna  menjamin  kesejahteraan  umum.  Pemerintah  bukan  lagi
             sebagai penjaga malam atau pelaksana kehendak masyarakat yang diputuskan secara liberal,
             tetapi pemerintah harus aktif mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan kesejahteraan

             umum.
                  Usaha  pemerintah  untuk  mewujudkan  kesejahteraan  bagi  rakyatnya  ini  dilakukan
             dengan  kegiatan  pembangunan.  Berbicara  tentang  pembangunan  tidak  terlepas  dengan
             bayangan  akan  pembangunan  fisik  dan  infrastruktur.  Pembangunan  infrastruktur  untuk

             memenuhi  kebutuhan  rakyat  untuk  kesejahetaraan  ini  sangat  membutuhkan  akan  lahan.
             Kebutuhan akan lahan/ tanah ini harus dipenuhi oleh negara untuk membangun berbagai
             fasilitas umum. Disisi lain sangat disadari bahwa ketersediaan akan lahan/ tanah sangatlah
             terbatas, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Ketersediaan tanah negara “bebas”

             pun telah sangat berkurang, sehingga yang dimungkinkan untuk membangun fasilitas umum
             adalah mempergunakan tanah-tanah yang telah dilekati dengan hak  atas tanah lain, dan
             dikuasai  secara  individual  maupun  yang  dikuasai  oleh  masyarakat  hukum  adat.  Hal  ini

             jugalah yang seringkali memunculkan berbagai permasalahan, sengketa, konflik yang terjadi
             bersifat  vertikal  antara  negara  dan  warga  negara,  dengan  demikian  merupakan  hal  yang
             urgent  untuk  membuat  aturan  tentang  pengadaan  tanah  bagi  pembangunan  untuk
             kepentingan umum. Karena di satu sisi ada kepentingan negara/ pemerintah yang mengem-

             ban  amanat  konstitusi untuk  mensejahterakan  rakyat,  dan sisi  yang  lain  terdapat  kepen-
             tingan serta hak asasi manusia dari pemegang hak atas tanah yang perlu untuk dilindungi.
             Untuk itu diperlukan suatu legal policy/politik hukum yang jelas dari negara terkait dengan
             pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum ini. Karena, Politik hukum

             adalah legal policy atau garis (kebijakan) resmi tentang hukum yang akan diberlakukan baik
             dengan pembuatan hukum baru maupun dengan penggantian hukum lama, dalam rangka
             mencapai tujuan negara. Lebih lanjut Moh. Mahfud MD menjelaskan bahwa politik hukum

             merupakan pilihan tentang hukum-hukum yang akan diberlakukan sekaligus pilihan tentang
             hukum-hukum yang akan dicabut atau tidak diberlakukan yang kesemuanya dimaksudkan
                                                                                                    3
             untuk mencapai tujuan negara seperti yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 .
                  Berdasarkan  latar  belakang  tersebut,  maka  dalam  tulisan  ini  akan  diuraikan  tetang

             bagaimana politik hukum pengaturan tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk
             kepentingan umum, dan kedudukan UU No. 20 tahun 1961 tentang pencabutan hak atas
             tanah dengan adanya peraturan pengadaan tanah.



                3  Moh.Mahfud MD. Politik Hukum di Indonesia, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2009, hlm. 1.
   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414