Page 408 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 408

POLITIK HUKUM PENGATURAN PENGADAAN TANAH
                                                                                             1
                          BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM


                                                    Rofi Wahanisa
                                    Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang
                                               rofiwahanisa@yahoo.com

                                                       Abstrak
                Awal  abad  XXadanya  pergeseran  fungsi  negara  tidak  lagi  sekedar  sebagai  organisasi  kekuasaan,
                namun tujuan sekaligus fungsi negaraadalahmewujudkan kemakmuran rakyat atau kesejahteraan
                rakyat. Kewajiban untuk menyelenggarakan kesejahteraan umum merupakan konsekuensi konsep
                negara kesejahteraan (welfare state). Begitu pula dengan negara Indonesia yang salah satu tujuan
                negaranya  untuk  “memajukan  kesejahteraan  umum...”,  dan  sebagaibentuk  perwujudan
                kesejahteraan  dilakukan  dengan  pembangunan.  Kegiatan  pembangunan  termasuk  di  dalamnya
                pembangunan  infrastruktur  tidak  bisa  dilepaskan  dari  kebutuhan  akan  lahan.  Akan  tetapi,
                keterbatasan lahan yang berupa tanah negara membawa konsekuensi “pengambilaalihan” tanah hak
                individu.Kondisi yang demikian ini maka, ada 2 (dua) kepentingan yang akan berhadapan, yaitu
                kepentingan  negara  (pemerintah)  yang  memerlukan  tanah  di  satu  sisi  dan  kepentingan  rakyat
                (individu  atau  kelompok  masyarakat)  yang  memiliki  atau  menguasai  tanah  di  sisi  yang  lain.
                Penyediaan  tanah  bagi  pelaksanaan  pembangunan  untuk  kepentingan  umum  yang  dilakukan
                melalui proses pengadaan tanah. Pengaturan tentang pengadaan tanah perlu untuk dicermati secara
                lebih mendalam, karena adanya kepentingan negara dan kepentingan warga negara di dalamnya dan
                berkaitan erat  dengan  politik hukum (legal policy) khususnya  politik hukum tentang pengadaan
                tanah.  Politik  hukum  adalah  legal policy  atau  garis  (kebijakan)  resmi  tentang  hukum  yang  akan
                diberlakukan baik dengan perbuatan hukum baru maupun penggantian hukum lama, dalam rangka
                pencapai tujuan negara. sehingga, permasalahan yang muncul dan akan dibahas dalam tulisan ini,
                bagaimanakah politik hukum pengaturan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan
                umum yang berkeadilan dan berkepastian hukum bagi warga negara?.
                Kata kunci: Politik Hukum; Pengadaan Tanah.


             A. Pendahuluan
                  Indonesia termasuk negara hukum kesejahteraan, jika dilihat dari bunyi alinea keempat
             Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia  tahun 1945 (selanjutnya disebut UUD

             1945) yang menyatakan, “melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan
             umum,  mencerdaskan  kehidupan  bangsa  danikut  melaksanakan  ketertiban  dunia  yang
             berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial”, dari makna tujuan negara
             tersebut,  dapat  dikatakan  negara  Indonesia  termasuk  negara  hukum  kesejahteraan,

             walaupun secara konsep negara hukum bisa dibedakan dengan konsep negara kesejahteraan,
                                                                           2
             namun di dalam prakteknya keduanya menjadi satu kesatuan.  Sebagai negara kesejahteraan
             yang tercermin dari tujuan negara yang daopat dilihat dari Pembukaan UUD NRI 1945 alenia

             ke-4,  “...untuk  mewujudkan  negara  yang  adil  dan  makmur,  mewujudkan  kesejahteraan
             umum...” maka, “bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh



                1  Rofi Wahanisa, Dosen FH Unnes dan Mahasiswa PDIH Undip Semarang; alamat: Gg. K Lt. 1 Fakultas
             Hukum     Unnes,  Jl.  Sekaran  Gunungpati   Kota   Semarang   Jawa   Tengah,  Alamat   email:
             rofiwahanisa@yahoo.com.
                2  Wahyu Erwiningsih, Hak Menguasai Negara Atas Tanah, Yogyakarta: Total Media,2009, hlm. 16.
                                                          400
   403   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413