Page 417 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 417

Rofi Wahanisa: Politik Hukum Pengaturan Pengadaan Tanah ...      409


             6 UUPA, yang menyatakan bahwa, “semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial”. Yang
             artinya, tidak hanya hak milik tetapi semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial. Dalam
             bagian penjelasan pasal ini diuraikan bahwa hak atas tanah apapun yang ada pada seseorang
             tidaklah  dapat  dibenarkan,  bahwa  tanahnya  itu  akan  dipergunakan  (atau  tidak  dipergu-

             nakan)  semata-mata  untuk  kepentingan  pribadinya,  apalagi  kalau  hal  itu  menimbulkan
                                   18
             kerugian masyarakat.
                  Dasar pokok dari dikeluarkannya UU No. 20 tahun 1961 tentang pencabutan hak atas

             tanah itu adalah ketentuan pasal 18 UU No. 5 tahun 1960 (UUPA) yang menggariskan untuk
             kepentingan  umum  negara  dapat  melakukan  pencabutan    hak  atas  tanah.  Pada  pasal  18
             UUPA tersebut selengkapnya sebagai berikut:


                  “untuk  kepentingan  umum,  termasuk  kepentingan  bersama  dari  rakyat  hak-hak  atas
                  tanah dapat dicabut dengan memberi ganti kerugian yang layak dan menurut cara yang
                  diatur dengan undang-undang”

                  Untuk melaksanakan ketentuan pasal 18 UUPA tentang Ontiegening tersebut dituntut
             persayaratan tegas dan ketat sebagai berikut:
                1.  Pencabutan hak hanya dapat dilaksanakan bilamana kepentingan umum benar-benar
                   menghendaki.  Unsur  kepentingan  umum  ini  harus  tegas  menjadi  dasar  dalam

                   pencabutan hak ini.
                2.  Sesuai dengan ketentuan UU No. 20 tahun 1961 pencabutan hak atas tanahnya dapat
                   dilakukan atas izin presiden.

                3.  Pencabutan hak atas tanah tersebut harus di sertai ganti rugi yang layak.
                  Pencabutan  hak  yang  dilakukan  oleh  pemerintah  tanpa  mengindahkan  persyaratan
             tersebut adalah merupakan perbuatan melanggar  hukum atau menyalahgunakan wewenang
                               19
             oleh pemerintah.  Akan tetapi dalam kenyataannya UU No. 20 tahun 1961 tidak lagi dipergu-
             nakan untuk mengambilalihan tanah oleh negara untuk kepentingan umum, bisa jadi karena
             kata “pencabutan” hak atas tanah yang terkesan radikal. Meski secara materi muatan pem-
             buatan UU No. 20 tahun 1961 dibenarkan, sebagaimana penyataan dalam pasal 18 UUPA, dan

             diterbitkannya  UU  ini  juga  karena  amanat  dari  pasal  18  UUPA,  yang  menyebutkan,  “....
             menurut cara yang diatur dengan Undang-undang”. Apa yang bisa diatur dengan undang-
                                                                                                 20
             undang, adalah yang memenuhi materi muatan undang-undang. Menurut Soehino,  materi
             muatan undang-undang adalah:

                1.  Materi yang menurut ketentuan UUD 1945 harus diatur dengan undang-undang




                18  Hal ini terdapat dalam penjelasan umum UUPA No. 5 Tahun 1960 II angka 4.
                19  Sf Marbun dan Moh. Mahfud Md, Pokok-pokok hukum administrasi negara, Liberty Yogyakarta.
                20  Soehino, Hukum Tata Negara Tehknik Perundang-undangan (Setelah Dilakukan Perubahan Pertama
             dan Kedua Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945), edisi Pertama, Yogyakarta: BPFE
             Fakultas Ekonomi UGM, 2006, hlm. 15.
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422