Page 416 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 416

408    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya


             disebutkan bahwa untuk kepentingan umum, termasuk kepentingan bangsa dan negara serta
             kepentingan bersama dari rakyat, hak-hak atas tanah dapat dicabut, dengan memberiganti
             kerugian yang layak dan menurut cara yang diatur dengan Undang-Undang. Dari ketentuan
             Pasal 18 UUPA tersebut maka dapat dikatakan bahwa pencabutan hak atas tanah tersebut

             dapat dilakukan sepanjang tanah tersebut diperuntukkan bagi kepentingan umum.
                  Kewenangan Negara dalam pengambil alihan hak atas tanah untuk kepentingan umum
             di Indonesia di derivasikan dari Hak Menguasai Negara Hak menguasai negara memberikan

             kewenangan pengaturan dan penyelenggaraan bagi Negara dan dalam perkecualian untuk
             kepentinganumum baru dapat mengambil alih hak atas tanah rakyat. negara tidak memiliki
             semua tanah maka Negara harus memberikan kompensasi jika negara memerlukan tanah
             milik  rakyat  untuk  penyelenggaraan  kepentingan  umum  tersebut.  HakMenguasai  Negara

             juga diatur dalam UUPA menempatkan negara sebagai personifikasi seluruh rakyat untuk
             mengatur,  menyelenggarakan  peruntukkan,  mengatur  dan  menentukan  hubungan  rakyat
             dan tanah, tetapi hanya bersifat hukum publik. Negara tidak dapat memiliki tanah sebagai-
             mana perseorangan, meskipun Negara dapat menguasai tanah negara, prinsip ini harus ditaf-

             sirkan sebagai peran negara. Di yang lain negara juga tunduk pada peraturan yang dibuatnya
             sendiri ketika turut berperan sebagai aktor (yang membutuhkan tanah). Konsep fungsi sosial
             hak atas tanah yang juga menjadi legitimasi negara dalam pengambilalihan hak atas tanah

             untuk kepentingan umum ini (sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UUPA No. 5 Tahun 1960).
                  Sebagai peraturan lebih lanjut maka dikeluarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 1961
             Tentang  Pencabutan  HakAtas  Tanah  dan  Benda-Benda  Yang  Ada  Di  Atasnya,  Lembaran
             Negara  (LN)  Tahun  1961  Nomor  288,  Tambahan  Lembaran  Negara  (TLN)  Nomor  2324.

             Dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961 tersebut maka ketentuan menge-
             nai pencabutan tanah pada masa Pemerintahan Hindia Belanda sebagaimana diatur dalam
             Onteigening ordonnantie (Stb. 1920 Nomor 574) dinyatakan tidak berlaku.
                  Penyediaan  tanah  bagi  pelaksanaan  pembangunan  untuk  kepentingan  umum  yang

             dilakukan negara, dengan “pengambilan  tanah” oleh negara melalui proses pengadaan tanah
             yang selanjutnya disebut dengan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan
             umum, merupakan konstruksi dari adanya Hak Menguasai Negara (HMN) dalam pasal 2 ayat

             (2) Undang-undang Pokok Agraria (yang selanjutnya disebut UUPA) bahwa negara mem-
             punyai wewenang untuk mengatur dan menata penggunaan tanah itu untuk sebesar-besar-
                                                                                               17
             nya kemakmuran rakyat, sesuai yang diamanatkan oleh Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 . Pasal 18
             dalam UUPA memberikan landasan hukum bagi “pengambilan” hak atas tanah oleh negara

             dengan menentukan untuk kepentingan umum, termasuk kepentingan bangsa dan negara
             serta kepentingan bersama dari rakyat, hak-hak atas tanah dapat dicabut, dengan membe-
             rikan ganti kerugian yang layak menurut cara yang diatur dengan Undang-undang dan Pasal



                17  Lihat Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Pokok
             Agraria (UUPA).
   411   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421