Page 428 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 428

420    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



                  Sementara purpose diganti menjadi need, necessity, interest, function, utility, atau use.
             Negara yang menggunakan "pedoman umum" ini biasanya tidak secara eksplisit mencan-
             tumkan dalam peraturan perundang-undangan tentang bidang kegiatan apakah yang disebut
             sebagai "kepentingan umum”. Pengadilanlah yang secara kasuistis menentukan apakah yang
                                                   23
             disebut sebagai "kepentingan umum".
                  Di  Malaysia  dalam  Pasal  3(a)  Akta  Pengambilan  Tanah  1960  menyebutkan  bahwa
             pengambilan tanah bagi maksud-maksud awam. “Maksud Awam” bermakna untuk kegunaan

             umum,  seperti  rumah  sakit,  klinik,  jalan,  taman  rekreasi,  sekolah,  taman  untuk  umum,
             tempat  ibadat  (seperti  masjid  atau  surau),  kantor-kantor  pemerintah  dan  apa-apa  yang
                                                              24
             memberi  manfaat  kepada  kepentingan  umum.  Dalam  perkara  S.  Kulasingam  dikatakan
             bahwa, penentuan maksud atau tujuan umum ialah dengan melihat apakah maksud atau

             tujuan  itu  untuk  menyediakan  kepentingan-kepentingan  umum  kepada  masyarakat  atau
                         25
             sebaliknya.
                  Secara  mudah,  Buku  Panduan  Pentadbiran  Tanah  menyebut  bahwa  "maksud  awam"
             mengandung  maksud  yang  mementingkan  penglibatan  atau  melibatkan  secara  langsung

             kepentingan umum masyarakat yang berlawanan dengan kepentingan tertentu individu. Ia
             adalah  untuk  manfaat  umum  atau  sebagian  masyarak  tetapi  jelas  bukan  untuk  manfaat
                      26
             individu.
                  Di negara India, pada mulanya peraturan masalah pengadaan tanah tidak secara tegas
             merinci bidang-bidang kegiatan yang termasuk kepentingan umum. Namun sesuai dengan
             perkembangan  pembangunan,  akhirnya  berbagai  bidang  pembangunan,  seperti  ladang
             pembibitan (seed multiplication farm), kanal irigasi, pusat pendidikan dan pelatihan, pusat-

             pusat  (pendidikan  dasar,  taman  bermain,  perbelanjaan)  bagi  pegawai  pemerintah  daerah
             (quarters for municipal servants), jalan (roads), tapak rumah untuk orang miskin, (house sites
             for  poor  people),  serta  rumah-rumah  untuk  pegawai  pemerintah  (house  for  government
             people), ditetapkan oleh putusan-putusan pengadilan sebagai bidang-bidang pembangunan

                                       27
             untuk kepentingan umur.

             2.  Ketentuan-Ketentuan Daftar (List Provisions)

                  Daftar ini secara eksplisit menyebutkan macam-macam kepentingan umum itu. Misal-
             nya  sekolah,  jalan,  rumah  sakit,  bangunan pemerintah,  dan  semacamnya.  Bentuk-bentuk
             yang tidak tercantum dalam daftar tidak bisa dijadikan sebagai dasar pengadaan tanah untuk




                23  Adrian  Sutedi,  Implementasi  Prinsip  Kepentingan  Umum  Dalam  Pengadaan  Tanah  Untuk
             Pembangunan, Sinar Grafika, Jakarta, 2007, hlm.75.
                24  Hashim Yeop Sani dalam kes S. Kulasingam & SL lwn. Pesuruhjaya Tanah Eilayah Persekutuantuan,
             (1982) 1 MLJ 204.
                25  Ibid.
                26 Jabatan Tanah dan Galian Pcrsekutuan, Kualu Lumpur, 1980.
                27  Om Prakash Anggarwala, (1993: 101-104) dalam ibid, Oloan Sitorus, dan Dayat Limbong, 2004, hlm, 8.
   423   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433