Page 429 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 429

Mukmin Zakie: Pergeseran Makna Kepentingan Umum dalam Pengadaan Tanah ...     421


             kepentingan umum. Meskipun  demikian, sering kedua pendekatan (pedoman umum dan
                                                                      28
             daftar) dikombinasikan dalam rencana pengadaan tanah.

                                                      29
             D.  Karakteristik Kepentingan Umum
                  Sifat  dan  bentuk  kepentingan  umum  di  atas  masih  saja  dapat  disimpangi  dalam
             penafsiran ataupun dalam operasionalnya sehingga sangat penting dalam tulisan ini dibahas
             tentang karakteristik yang berlaku sehingga kegiatan kepentingan umum benar-benar untuk

             kepentingan umum, dan dapat dibedakan secara jelas dengan kepentingan-kepentingan lain
             yang bukan kepentingan umum. Dengan kata lain, akan dibahas hal-hal yang paling prinsip
             sehingga suatu kegiatan benar-benar untuk kepentingan umum.
                  Dalam UU No.2 tahun 2012 disebutkan ciri-ciri kegiatan untuk kepentingan umum, yakni

             kepentingan umum adalah kegiatan pembangunan yang dimiliki, dilakukan oleh pemerintah
             dan bersifat nonprofit.
                  Ada tiga prinsip yang dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu kegiatan benar-benar untuk
             kepentingan umum, yaitu:

             1.  Kegiatan  tersebut  benar-benar  dimiliki  oleh  pemerintah.  Pernyataan  ini  mengandung
                batasan bahwa kegiatan kepentingan umum tidak dapat dimiliki oleh perorangan ataupun
                swasta. Dengan kata lain, swasta dan perorangan tidak dapat memiliki jenis-jenis kegiatan
                kepentingan umum yang membutuhkan pembebasan tanah-tanah hak maupun negara.
             2.  Kegiatan  pembangunan  terkait  dilakukan  oleh  pemerintah.  Kalimat  ini  memberikan

                batasan bahwa proses pelaksanaan dan pengelolaan suatu kegiatan untuk kepentingan
                umum hanya dapat diperankan oleh pemerintah. Karena maksud pada kalimat tersebut
                belum  jelas  maka  timbul  pertanyaan:  bagaimana  kalau  pelaksanaan  dan  pengelolaan
                kegiatan  untuk  kepentingan  umum  tersebut  ditenderkan  pada  pihak  swasta.  Karena

                dalam  praktiknya,  banyak  kegiatan  untuk  kepentingan  umum  namun  pengelola
                kegiatannya  adalah  pihak  swasta.  Contohnya  kegiatan  pembangunan  dan  pengelolaan
                Waduk Kedung Ombo yang ketika itu kegiatan ini dilakukan dan sekarang masih dikelola
                oleh pihak swasta.
             3.  Tidak  mencari  keuntungan.  Pernyataan  ini  membatasi  tentang  fungsi  suatu  kegiatan
                untuk  kepentingan  umum  sehingga  benar-benar  berbeda  dengan  kepentingan  swasta

                yang bertujuan untuk mencari keuntungan sehingga terkualifikasi bahwa kegiatan untuk
                kepentingan umum sama sekali tidak boleh mencari keuntungan.
                  Kriteria kepentingan umum beserta prosedur untuk menerapkannya tidak akan dapat
             berjalan dengan baik apabila tidak tersedia sumber daya manusia pelaksana yang memenuhi

             kualifikasi, baik secara moral maupun profesional.

                28  Michael G. Kitay (1985: 40) dalam lbid, Oloan Sitorus dan Dayat Limbong, 2004, hlm. 8.
                29  Sunarno,  Tinjauan  Yuridis-Kritis  terhadap  Kepentingan  Umum  dalam  Pengadaan  Tanah  untuk
             Pembangunan,     Disampaikan   dalam    seminar   dosen   FH-UMY     Februari   2002,   dalam
             http://www.umy.ac.id./hukum/download/Agraia%20I. PDF. [13 Mei 2008].
   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433   434