Page 518 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 518

510    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             pembahasan sebelumnya, dapat ditafsirkan bahwa hak masyarakat dalam pengadaan tanah
             untuk  kepentingan  umum  juga  dipangkas.  Perpres  148/2015  juga  menghapus  ketentuan
             tentang pembentukan tim kajian yang khusus untuk melakukan kajian terhadap keberatan
             pihak yang berhak mengenai penetapan lokasi pembangunan kepentingan umum.  Ketujuh,

             adalah hak untuk mendapatkan pembatalan terhadap rencana lokasi pembangunan, dalam
             hal gubernur menerima keberatan dari pihak yang berhak yang didasarkan dari rekomendasi
             tim  kajian.  Tahapan  ini  tentunya  tidak  akan  ditempuh  dengan  diberlakukannya  Perpres

             148/2015.

             C. Penutup
             1. Kesimpulan

                  Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa pengaturan pengadaan tanah bagi
             pembangunan untuk kepentingan umum berdasarkan Perpres 148/2015 yaitu menekankan
             kepada pemangkasan durasi waktu yang ditentukan untuk setiap tahapan penyelenggaraan
             pengadaan tanah bagi pembangunan kepentingan umum dan menghapus ketentuan tentang

             pembentukan tim kajian, merupakan ketentuan yang berbeda dari Perpres 71 Tahun 2012.
                  Implikasi Perpres 148/2015 terhadap pemenuhan hak masyarakat dalam pengadaan tanah
             untuk kepentingan umum, yaitutidak dipenuhinya dengan maksimal durasi waktu tahapan

             pelaksanaan pengadaan tanah sehingga memberi dampak terhadap optimal atau tidaknya
             pemenuhan  hak-hak  masyarakat  dalam  pengadaan  tanah  khususnya  hak  untuk
             mendapatkan konsultasi publik, hak menentukan diterima atau ditolaknya suatu rencana
             pembangunan,  dan  hak  menentukan  ganti  rugi  atas  tanah  yang  terkena  dampak

             pembangunan.

             2. Saran
                     Berdasarkan  simpulan  di  atas,  maka  saran  dari  penulis  yaitu  pemerintah  perlu

             meninjau  ulang  Perpres  148/2015  yang  memangkas  durasi  waktu  pengadaan  tanah  yang
             terkesan  tergesa-gesa  pelaksanaannya.  Diharapkan  pengaturan  pengadaan  tanah  bagi
             pembangunan untuk kepentingan umum lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat

             yang terkena dampak pembangunan.

             Daftar Pustaka
             Buku-buku

             A. A. OK. Mahendra, Menguak Masalah Hukum Demokrasi Dan Pertanahan, Cetakan kesatu,
                   Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1996.
             Abdurraman, Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum,

                   Setakan kesatu, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1994.
             Achmad Rubaie, Hukum Pengadaan Tanah Kepentingan Umum, Bayumedia, Malang, 2007.
   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523