Page 514 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 514

506    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             b) Pendataan awal lokasi meliputi kegiatan pengumpulan data awal pihak yang berhak dan
                                        18
                objek pengadaan tanah.  Hasil pendataan awal dituangkan dalam bentuk daftar semen-
                tara  lokasi  rencana  pembangunan,  yang  menjadi  bahan  untuk  pelaksanaan  konsultasi
                public. Pada tahap ini tidak ada ketentuan waktu pendataan awal lokasi.

             c)  Pelaksanaan  konsultasi  publik,  bertujuan  untuk  mendapatkan  kesepakatan  lokasi  dari
                pihak yang berhak dapat dilakukan Secara bertahap dan lebih dari 1 kali dalam waktu
                paling  lama  60  hari  kerja  sejak  ditandatangani  daftar  data  awal.  Kemudian  konsultasi

                publik  yang  tidak  menghasikan  kesepakatan  dapat  dilakukan  konsutasi  publik  ulang
                paling lama 30 hari kerja. Setelah waktu tersebut terdapat keberatan dalam penetapan
                lokasi, maka gubernur membentuk tim kajian keberatan, yang rekomendasinya menjadi
                dasar bagi gubernur untuk mengeluarkan surat diterima atau ditolaknya keberatan lokasi.

                Kajian ini dilaksanakan paling lama 14 hari kerja. Gubernur memindahkan lokasi pem-
                bangunan manakala gubernur menerima keberatan pihak yang berhak, dan instansi atau
                                                                         19
                badan usaha swasta membatalkan renana pembangunan.
             d) Penetapan lokasi pembangunan yang memiliki masa berlaku selama 2 (dua) tahun dan

                                                20
                dapat diperpanjang 1 (satu) kali.
             e) Gubernur mengumumkan penetapan lokasi pembangunan dengan menempelkannya di
                kantor kelurahan/desa/kecamatan/kabupaten/kota paling lambat 3 hari kerja dan berlaku

                untuk paling lama 14 hari kerja.
                  Selanjutnya tahapan ketiga dari penyelenggaraan pengadaan tanah yaitu tahap pelak-
                                                           21
             sanaan, dengan mempersiapkan beberapa hal:  a) Inventarisasi dan identifikasi data fisik dan
             data yuridis dari pihak yang berhak dan objek pengadaan tanah. untuk data fisik dituangkan

             ke dalam bentuk peta bidang tanah dan data yuridis dituangkan ke bentuk peta bidang tanah
             dan daftar normatif. Kedua data tersebut menjadi dasar penetu bilai ganti rugi dan pen-
             daftaran hak; b) Penetapan nilai ganti kerugian, melalui pelaksanaan pengadaan penilai baik
             yang ditunjuk atau penilai public paling lama 60 hari kerja; dan c) Musayawarah penetapan

             bentuk ganti kerugian dalam waktu 30 hari kerja. Apabila tidak tercapai maka dapat dila-
             kukan musyawarah ulang lebih dari 1 (satu) kali selambatnya 30 hari kerja, dan apabila masih
             terdapat  keberatan,  maka  yang  bersangkutan  dapat  mengajukan  gugatan  ke  Pengadilan

             Negeri setempat, dengan putusan pengadilan selambatnya 30 hari kerja. Kemudian dapat
             melakukan kasasi atas keberatan putusan pengadilan dalam waktu 14 hari kerja, dan putusan
                                                          22
                                                                                                 23
             Mahkamah Agung selambatnya 30 hari kerja,  d) Pelepasan objek pengadilan tanah,  dan e)




                18  Pasal 16 Perpres 71/2012.
                19  Pasal 40 Perpres 71/2012.
                20  Pasal 41 dan Pasal 43 Perpres 71/2012.
                21  Pasal 55, Pasal 56, dan Pasal 57 Perpres 71/2012.
                22  Pasal 69, Pasal 70, Pasal 73 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) Perpres 71/2012.
                23  Pasal 96 Perpres 71/2012.
   509   510   511   512   513   514   515   516   517   518   519