Page 513 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 513

Frency Siska: Implikasi Peraturan Presiden Nomor 148 Tahun 2015 terhadap ...     505


             penataan pemukiman kumuh perkotaan dan/atau konsolidasi tanah, serta perumahan untuk
             masyarakat berpenghasilan rendah dengan status sewa; 15) prasarana pendidikan atau seko-
             lah pemerintah/pemerintah daerah; 16) prasarana olahraga pemerintah/pemerintah daerah;
             dan 17) pasar umum dan lapangan parkir umum.

                  Perpres  71/2012  sebagaimana  terakhirkali  diubah  dengan  Perpres  148/2015,  yang
             mengatur  pelaksanaan  pengadaan  tanah,  membagi  proses  pengadaan  tanah  menjadi  4
             (empat) tahapan yaitu : 1) perencanaan; 2) persiapan; 3) pelaksanaan; dan 4) penyerahan

             hasil.
                  Dalam tahap pertama, sebuah perencanaan pengadaan tanah untuk pembangunan harus
             didasarkan kepada Rencana Tata Ruang Wilayah baik di tingkat Nasional, provinsi, kabu-
             paten maupun kota,dan prioritas pembangunan sebagaimana yang tertuang didalam Ren-

             cana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, dan Rencana Kerja Pemerintah
             Instansi Yang Bersangkutan. Perencanaan tersebut berupa dokumen perencanaan pengadaan
             tanah yang disusun berdasarkan studi kelayakan. Adapun muatan dokumen perencanaan
             pengadaan tanah berisikan : a) maksud dan tujuan rencana pembangunan; b) kesesuaian

             dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Pembangunan Nasional dan Daerah; c)
             letak tanah; d) luas tanah yang dibutuhkan; e) gambaran umum status tanah; f) perkiraan
             waktu pelaksanaan pembangunan; g) perkiraan jangka waktu pelaksanaan pembangunan; h)

             perkiraan  nilai  tanah;  dan  i)  rencana  penganggaran.  Sedangkan  studi  kelayakan  isinya
             mencakup : a) survey sosial ekonomi; b) kelayakan lokasi; c) analisis biaya dan manfaat pem-
             bangunan bagi wilayah dan masyarakat; d) perkiraan nilai tanah; e) dampak lingkungan dan
             dampak sosial yang mungkin timbul akibat dari pengadaan tanah dan pembangunan; dan

             akan  diserahkan  kepada  pemerintah  provinsi.  Tahap  perencanaan  ini  baik  berdasarkan
             Perpres  148/2015  maupun  Perpres  71/2012,  tidak  menentukan  jangka  waktu  tahapan
             perencanaan.
                  Tahap kedua dalam pengadaan tanah untuk pembangunan kepentingan umum yakni

             tahap persiapan. Pada tahap ini, dilakukan pertama kali dengan membentuk tim persiapan
             dalam waktu paling lama 10 hari kerja, dan tim persiapan itu bertugas antara lain :
             a) Memberitahukan  rencana  pembangunan  kepada  masyarakat  pada  lokasi  rencana

                pembangunan dalam waktu paling lama 20 hari kerja sejak dokumen perencanaan diteri-
                ma  gubernur  baik  secara  langsung  yang  dilakukan  oleh  tim  persiapan  sendiri  melalui
                sosialisasi dan tatap muka yang disampaikan di kantor lurah/kepada desa/ atau lainya
                selama 3 hari kerja. Secara tidak langsung pemberitahuan dilakukan melalui media cetak

                baik surat kabar harian local maupun nasional yang minimal terbit 1 kali, serta media
                                                                                            17
                elektronik melalui laman instansi atau pemerintah daerah/kabupaten/kota.





                17  Pasal 12 Perpres 71/2012.
   508   509   510   511   512   513   514   515   516   517   518