Page 517 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 517

Frency Siska: Implikasi Peraturan Presiden Nomor 148 Tahun 2015 terhadap ...     509


             kerugian yang diderita sebagai akibat penyerahan tanah yang bersangkutan; h) bentuk dan
             jumlah  imbalan  atau  ganti  kerugian  tersebut  yang  juga  jika  tanahnya  dibutuhkan  untuk
             kepentingan  umum  dan  dilakukan  pencabutan,  haruslah  sedemikian  rupa  hingga  bekas
             pemegang haknya tidak mengalami kemunduran, baik dalam bidang social maupun tingkat

             ekonominya.
                  Menyisir Perpres 71/2012, tersebar berbagai hak masyarakat dalam pelaksanaan penga-
             daan  tanah  untuk  kepentingan  umum.  Yang  pertama,  hak  atas  keterbukaan  informasi

             mengenai rencana pembangunan untuk kepentingan umum pada lokasi pihak yang berhak
             baik dalam Secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana diatur dalam Pasal 12. Hak
             ini diatur di dalam konstitusi yakni dalam Pasal 28 F, dan negara wajib menjamin pemenuhan
             hak  atas  informasi  yang  benar  dan  lengkap  atas  rencana  pembangunan  sesuai  dengan

             dokumen yang diserahkan oleh instansi atau badan usaha swasta kepada gubernur selambat-
             lambatnya  20  hari  kerja.  Disamping  itu  juga,  hak  atas  informasi  juga  dapat  diperoleh
             menenai hasil pendataan awal lokasi rencana pembangunan. Kedua, hak masyarakat untuk
             diundang dan dimintai persetujuan mengenai lokasi yang dijadikan rencana pembangunan,

             dalam tahap pelaksanaan konsultasi public dengan jangka waktu paling lama 3 hari kerja
             untuk  undangan  dan  60  hari  kerja  untuk  pemberian  persetujuan.  Hak  ini  sesuai  dengan
             pendapat Arie  S. Hutagalung pada poin d, bahwa pihak pemerintah wajib bermusyawarah

             dengan pihak yang berhak sampai ditemukannya kesepakatan.
                  Ketiga, hak untuk menyatakan keberatan dan dihargai pendapatnya, sebagaimana yang
             diatur dalam Pasal 35 Perpres 71/2012, dan atas keberatan tersebut gubernur wajib mem-
             bentuk tim kajian untuk memperoleh rekomendasi terhadap keberatan yang diajukan pihak

             yang berhak. Tim kajian hanya diberi tugas selama 14 hari kerja. Hak ini selaras dengan hak
             dasar di dalam Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945, yakni hak mengemukakan pendapat. Hak untuk
             mengemukakan keberatannya juga diatur didalam tahapan pelaksanaan pengadaan tanah
             dalam kegiatan musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian dan nilainya. Keempat, hak

             untuk mengajukan gugatan atas keberatan pihak yang berhak terhadap penetapan bentuk
             ganti rugi dan nilainya, ke Pengadilan Negeri setempat,  dan apabila pihak yang berhak masih
             berkeberatan  terhadap  putusan  pengadilan,  maka  dapat  melakukan  upaya  kasasi  ke

             Mahkamah Agung, dengan jumlah waktu yang disediakan total paling lambat 88 hari kerja.
             Kelima,  pihak  yang  masih  berkeberatan  dengan  putusan  Mahkamah  Agung,  tidak
             menghapus haknya untuk diberikan sejumlah ganti rugi sesuai dengan bentuk dan nilai yang
             diputuskan hakim. Pihak penyelenggara wajib menitipkan ganti kerugian tersebut kepada

             Pengadilan Negeri setempat. Keenam, hak untuk diperlakukan secara layak dan adil dalam
             pelaksanaan pelepasan tanah pihak yang berhak kepada instansi atau badan usaha swasta,
             oleh pihak manapun sesuai peraturan perundang-undangan.

                  Diamandemenkannya  Perpres  71/2012  dengan  Perpres  148/2015,  yang  ketentuannya
             memangkas  waktu  penyelenggaraan  pengadaan  tanah  sebagaimana  telah  dijelaskan  pada
   512   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522