Page 515 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 515

Frency Siska: Implikasi Peraturan Presiden Nomor 148 Tahun 2015 terhadap ...     507


             Pemutusan hubungan hukum antara pihak yang berhak dengan objek pengadaaan tanah,
                                                                 24
             yang dicatatkan pada buku tanah dan daftar umum.
                  Tahap  terakhir  dari  penyelenggaraan  pengadaan  tanah  yaitu  tahap  penyerahan  hasil
             pengadaan tanah, kepada instansi atau badan usaha swasta yang membutuhkan tanah untuk
                                                                                                25
             pembangunan kepentingan umum, selambatnya dilaksanakan selama 7 hari kerja.  Setelah
             hasil  pengadaan  tanah  diterima,  maka  instansi  dapat  melaksanakan  konstruksi  pem-
             bangunan kepentingan umum.

                  Pasca Perpres 148/2015, pertama, proses pelaksanaan persiapan pengadaan tanah dibatasi
             dengan waktu 3 (tiga) hari kerja. Gubernur harus membentuk tim persiapan dalam waktu
             sepuluh hari setelah menerima perencanaan pengadaan tanah, dalam Pasal 8 ayat (2) perpres
             baru ini, waktunya dipersingkat hanya tinggal 2 (dua) hari saja.

                  Pemangkasan yang sama juga dilakukan terhadap proses pemberitahuan rencana pem-
             bangunan  kepada  masyarakat  di  lokasi  proyek.  Bila  sebelumnya,  waktu  pemberitahuan
             rencana pembangunan kepada masyarakat dilakukan dalam waktu 20 (dua puluh) hari kerja
             sejak dokumen perencanaan pengadaan tanah diterima secara resmi oleh gubernur, dalam

             Pasal 11 ayat (2) perpres ini, waktu pemberitahuan tersebut dipangkas menjadi tinggal paling
             lama 3 (tiga) hari sejak dibentuknya tim persiapan pengadaan tanah. Ketiga, mengenai pe-
             nanganan  keberatan  dari  masyarakat  yang  merasa  keberatan  tanahnya  digusur  untuk

             pembangunan kepentingan umum. Bila dalam Perpres 71/2012, penanganan keberatan terse-
             but  dilakukan  paling  lama  14  (empat  belas)  hari  kerja  sejak  diterimanya  keberatan  dari
             masyarakat, dalam Pasal 39 perpres hasil revisi ini, penanganan keberatan dibatasi paling
             lama hanya 3 (tiga) hari sejak diterimanya keberatan dari masyarakat.

                  Selain pemangkasan waktu, dalam revisi perpres tersebut, proses pemangkasan waktu
             pengadaan  lahan  infrastruktur  juga  dilakukan  pemerintah  dengan  memperbesar  luasan
             tanah yang bisa ditangani langsung oleh instansi pemerintah yang memerlukan tanah. Jika
             dalam  Perpres  71/2012,  luasan  lahan  yang  bisa  dilaksanakan  langsung  oleh  instansi  yang

             memerlukan tanah luasnya tidak boleh lebih dari 1 (satu) hektare, dalam Pasal 121 perpres
             hasil revisi tersebut, luasan tanah diperbesar menjadi maksimal 5 (lima) hektare.


             2.  Implikasi Perpres 148/2015 Terhadap Pemenuhan Hak Masyarakat dalam
                Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum
                  Hak  masyarakat  dalam  pengadaan  tanah  untuk  kepentingan  umum  merupakan  hak
             konstitusi yang dijamin dan dilindungi oleh UUD 1945, ditentukan bahwa hak masyarakat

                                                                                             26
             tersebut  antara  lain  hak  untuk  hidup  dan  mempertahankan  kehidupannya ,  hak  atas
             pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang



                24  Pasal 100 Perpres 71/2012.
                25  Pasal 112 Perpres 71/2012.
                26  Pasal 28 A UUD 1945.
   510   511   512   513   514   515   516   517   518   519   520