Page 463 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 463

Hukum kehutanan adalah kumpulan kaidah/ketentuan hukum yang
            mengatur hubungan antara negara dengan hutan dan kehutanan, dan
            hubungan antara individu (perseorangan) dengan hutan dan kehutanan.
            Dalam rumusan hukum kehutanan terdapat tiga unsur yang tercantum,
            yaitu:

            (1)  adanya kaidah hukum kehutanan, baik yang tertulis maupun yang
                 tidak tertulis;
            (2)  mengatur hubungan antara negara dengan hutan dan kehutanan; dan
            (3)  mengatur hubungan antara individu (perseorangan) dengan hutan
                 dan kehutanan. 11



            B.   Hak-Hak Penguasaan atas Sumber Daya Agraria

            1.   Pengertian Hak Penguasaan atas Sumber Daya Agraria

                 Hak penguasaan atas sumber daya agraria dapat diartikan sebagai
            rangkaian kewenangan, kewajiban dan/atau larangan bagi pemegang
            haknya untuk berbuat sesuatu mengenai sumber daya agraria yang dihaki.
            Subyek hak dan kandungan kewenangan dan atau kewajiban atau larangan
            pada masing-masing hak penguasaan inilah yang membedakan jenis hak
            penguasaan yang satu dari hak penguasaan yang lainnya.
                 ‘Penguasaan’ dan ‘Menguasai’ dapat  mengandung aspek publik
            dan/atau perdata. Aspek publik berisi kewenangan  untuk mengatur dan
            tugas/ kewajiban untuk mengelola, mengatur dan memimpin penguasaan,
            pemeliharaan, peruntukan dan penggunaan sumber daya agraria, sedangkan
            aspek perdata menunjuk pada unsur kepunyaan (dapat menguasai tanah
            tersebut secara fisik dan bisa melakukan perbuatan-perbuatan hukum
            perdata terhadap tanah tersebut, seperti menjual, membeli, meyewakan).
            Penguasaan atau menguasai dapat secara yuridis dan atau dapat pula
            secara fisik. Penguasaan yuridis dilandasi hak, dilindungi oleh hukum dan
            umumnya memberi kewenangan kepada pemegang hak untuk menguasai
            secara fisik tanah yang dihaki. Tetapi ada juga penguasaan yuridis yang
            meskipun memberi kewenangan untuk menguasai secara fisik, tetapi
            penguasaan secara fisiknya berada pada pihak lain.




                 11 Salim, H.S., 2004, Dasar-Dasar Hukum Kehutanan, Sinar Grafika, Jakarta, hlm. 6


            432      Hubungan Keagrariaan
   458   459   460   461   462   463   464   465   466   467   468