Page 597 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 597

pengukuran dicantumkan pada sketsa bidang yang telah dibuat, demikian
            pula situasi sekitar bidang turut dicantumkan, semisal jalan atau gang. Dari
            hasil pengukuran lapangan tersebut selanjutnya dibuat gambar yang lebih
            rapi. Sebagian kecil kelurahan sudah mengaplikasikan ArcGIS, semisal Juata
            Permai, dalam penggambaran kembali bidang tanah di atas media citra
            Quickbird. Pekerjaan ini akan bisa mengontrol lahirnya SIM-TN ganda,
            di samping gambar yang dihasilkan juga lebih terorientasi arahnya. Hanya
            sayangnya, pekerjaan ini hanya berhenti di tingkat kelurahan.
                 Pekerjaan lanjutan yang harus dilaksanakan adalah peninjauan
            lapangan oleh para petugas yang disebut Tim 10. Tim ini berasal dari
            berbagai instansi di lingkungan Pemko dan Kantah. Dalam menjalankan
            tugasnya, tim 10 melayani 20 kelurahan secara bergiliran, dan menunggu
            jika permohonan SIM-TN sudah cukup banyak di Kantor Kelurahan. Jika
            dirasa sudah cukup jumlahnya, yaitu sekitar 10 hingga 40 bidang, maka
            mereka baru ke Kantor Kelurahan untuk menemui para petugas lapangan
            yang telah bekerja sebelumnya. Bersama-sama dengan petugas lapangan
            dari kelurahan tersebut, mereka mendatangi lokasi bidang tanah di mana
            SIM-TN dimohon. Tim 10 selanjutnya merekomendasikan bisa tidaknya
            diterbitkan SIM-TN atas bidang tanah tersebut. Kegiatan peninjauan
            lapangan oleh tim 10 ini menjadikan pelayanan SIM-TN out of date, tidak
            tepat waktu sebagaimana telah ditentukan oleh standar pelayanan yang
            tercantum dalam Perda.
                 Pada umumnya, pekerjaan penggambaran kembali bidang tanah
            dilakukan oleh petugas kecamatan. Pekerjaan itu dilakukan dengan piranti
            lunak Microsoft Word, yang sebenarnya bukan piranti pengolah grafis/peta,
            sehingga gambar bidang dan situasi sekitar yang dihasilkan juga tanpa
            sistem koordinat. Gambar yang telah rapi tersebut dicetak pada lembar
            sketsa yang digunakan sebagai lampiran SIM-TN. Pada lembar lampiran
            tersebut disertai dengan peta indeks, legenda, dan dibubuhi tanda tangan
            Camat. Contoh daripada SIM-TN beserta lampirannya ini dapat dilihat
            pada lampiran 1.

                 Selanjutnya untuk keperluan penatausahaan, SIM-TN yang telah
            lahir didaftar dalam Buku Register untuk setiap tahunnya. Buku-buku
            tersebut diarsip di ruang Kasi Pemerintahan Kantor Kecamatan. Contoh
            dari buku-buku tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini,






            566      Hubungan Keagrariaan
   592   593   594   595   596   597   598   599   600   601   602