Page 403 - Konstitusionalisme Agraria
P. 403

atau diberikan hadiah oleh raja-raja pribumi. Pada mulanya tanah
            yang dikuasai kecil-kecil, namun pada akhirnya semakin luas.
                 Sebelum kedatangan VOC, pengaturan penguasaan tanah
            dilakukan oleh raja-raja dalam wilayah kekuasaannya serta oleh
            kesatuan masyarakat adat dalam unit sosial yang lebih kecil.
            Kedatangan VOC lama kelamaan mendorong perubahan fungsi
            dari raja-raja dan unit kesatuan soal penduduk pribumi beserta
            pola penguasaan tanah. Pendudukan, penyerahan kesetiaan dan
            perjanjian yang dibuat oleh VOC dengan raja-raja dan kepala-kepala
            desa yang meminta VOC menjadi pelindungnya dengan kompensasi
            monopoli perdagangan rempah kepada VOC membuat VOC
            tidak saja menguasai hasil-hasil bumi, tetapi lama-kelamaan juga
            menguasai tenaga kerja penduduk dan tanah.

                 Jadi sejak awal Prinsip Domein Verklaring lahir dari konsep
            tanah taklukan (agri limitati) sebagai imbalan dari kemenangan
            peperangan atau penaklukan. Namun, upaya untuk mencari dalih
            pembenar penguasaan tanah penguasa kolonial itu dilakukan dengan
            mencari titik kesamaan penguasaan kolonial dengan penguasaan raja-
            raja pribumi. Sebuah penelitian untuk menyelidiki pola penguasaan
            tanah di kepulauan Indonesia dilakukan dibawah pemerintahan
            transisional Inggris di Hindia Belanda dibawah Thomas Stamford
            Raffles. Raffles yang berkuasa 1811-1816 itu menyimpulkan bahwa
            pada masyarakat pribumi, penguasaan tanah tertinggi terletak pada
            raja (Termorshuizen-Arts, 2010). Oleh karena pada masa itu hadir
            para kolonialis sebagai penguasa, maka ia mencari pembenar untuk
            menjadikan tanah-tanah pribumi sebagai tanah penguasa kolonial.
            Atas dasar konsepsi kepemilikan penguasaan kolonial itu, Raffles
            kemudian melancarkan sistem pajak tanah yang kadang disebut
            sebagai landrente atau landelijk stelsel (van Vollenhoven, 2013:13).
                                                                         67
            Simbolon menyebut bahwa asumsi yang dibangun oleh Raffles


                 67 Sistem pajak tanah yang diterapkan oleh Raffles mengikuti anjuran dari Edelheer
            Mutinghe, yang dulu juga  pernah menghasut Daendels  untuk menerapkan  sistem  pajak
            tanah. Mutinghe inilah  sebenarnya  salah  satu  orang  yang  turut bertanggungjawab juga
            akan kehadiran sistem pajak tanah di negeri jajahan. Sistem pajak tanah yang diterapkan
            oleh Raffles di Hindia Belanda sebenarnya juga dipengaruhi oleh kebijakan yang diterapkan
            pemerintah Inggris di beberapa daerah koloninya yang lain (Vlekke, 2008:294).

               372     Konstitusionalisme Agraria
   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408