Page 416 - Konstitusionalisme Agraria
P. 416

ulayat dibebankan kepada masyarakat, bukan negara yang harus
            membuktikan apakah suatu tanah merupakan tanah negara bebas.
                 Perbedaan lain antara kedua konsep tersebut terlihat dalam
            hubungannya dengan tanah ulayat atau tanah-tanah penduduk
            pribumi yang dikuasai secara tradisional. Di dalam Prinsip Domein
            Verklaring, keberadaan hak-hak pribumi atas tanah diakui sebagai
            hak untuk membuka tanah (ontginningsrecht), memanfaatkan hasil
            dari tanah pertanian (genotrecht) atau menjadi hak milik pribumi
            (inlandsch bezitrecht) yang tidak sama dengan hak milik menurut
            hukum barat (eigendom). Secara konseptual, domein dari penguasa
            dibatasi dan harus menghormati hak-hak penduduk pribumi, artinya
            bila terdapat hak-hak penduduk pribumi pada satu bidang tanah,
            maka domein negara tidak bisa diterapkan pada tanah tersebut.
            Meskipun telah ada upaya untuk menghormati, dalam praktiknya
            penguasa kolonial menerapkan prinsip Domein Verklaring secara
            berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain sehingga
            menyebabkan hak-hak penduduk pribumi sengaja diabaikan.
                 Sementara itu di dalam Konsep HMN sama sekali tidak ada niat
            untuk membatasi kekuasaan dari negara ketika berhadapan dengan
            tanah ulayat. Malah sebaliknya, keberadaan tanah atau hak ulayat
            baru bisa diakui keberadaannya bila memenuhi sejumlah persyaratan
            yang dibuat oleh pemerintah. Pembatasan terhadap keberadaan
            hak ulayat itu diatur dalam Pasal 2 ayat (4) UUPA yang menyatakan
            bahwa: Hak menguasai dari Negara tersebut diatas pelaksanaannya
            dapat dikuasakan kepada daerah-daerah Swatantra dan masyarakat-
            masyarakat hukum adat, sekadar diperlukan dan tidak bertentangan
            dengan kepentingan nasional, menurut ketentuan-ketentuan Peraturan
            Pemerintah. Pengakuan bersyarat ini kemudian diikuti oleh hampir
            semua peraturan perundang-undangan dalam kaitannya dengan
            masyarakat adat dan haknya atas tanah, wilayah dan sumber daya alam
            dengan berbagai peryaratan yang berbeda-beda satu sama lain.
                 Pada mulanya konsep HMN yang menegaskan keberadaan
            negara sebagai penguasa atas tanah dan sumber daya alam
            dipergunakan oleh Presiden Soekarno sebagai dasar penguat dari
            tindakan-tindakan pemerintah untuk menasionalisasi perusahaan-


                                        Konstitusionalisme dan Reforma Agraria     385
   411   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421