Page 418 - Konstitusionalisme Agraria
P. 418

dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Perkara No. 35/PUU-X/2012.
            Hal ini merupakan sebuah penanda bahwa prinsip-prinsip yang
            lahir dari penafsiran dan pendapat Mahkamah Konstitusi dalam
            putusannya tidak berada dalam batasan-batasan dari Konsep HMN,
            melainkan upaya yang lebih luas untuk memberikan makna tentang
            konsepsi penguasaan negara atas tanah berdasarkan ketentuan-
            ketentuan yang terdapat di dalam konstitusi, khususnya Pasal 33
            Ayat (2) dan Ayat (3) UUD 1945.
                 Putusan-putusan Mahkamah Konstitusi telah menciptakan
            desain konstitusional baru dalam memaknai konsepsi penguasaan
            negara atas tanah dan sumber daya alam lainnya. Beberapa desain
            konstitusional yang penting dikemukakan antara lain: Pertama,
            makna “Cabang-cabang produksi penting dan menguasai hajat
            hidup orang banyak” dalam Pasal 33 ayat (2) UUD 1945. Mahkamah
            Konstitusi mengklasifikasikan cabang-cabang produksi itu ke dalam
            tiga jenis, yaitu: (1) Cabang produksi yang penting bagi negara dan
            menguasai hajat hidup orang banyak; (2) Cabang produksi yang
            penting bagi negara tetapi tidak menguasai hajat hidup orang
            banyak; (3) Cabang produksi yang tidak penting bagi negara tetapi
            menguasai hajat hidup orang banyak; Bila hendak ditambahkan
            satu kategori lagi, maka akan ada kategori keempat yaitu  cabang
            produksi yang tidak penting bagi negara dan tidak menguasai hajat
            hidup orang banyak. Sehubungan dengan itu, penguasaan negara
            atas cabang-cabang produksi hanya diberlakukan pada kategori
            cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat
            hidup orang banyak.
                 Kedua, lima bentuk kewenangan penguasaan negara.
            Mahkamah Konstitusi memperjelas desain konstitusional
            penguasaan negara dalam Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) UUD 1945
            menjadi lima bentuk kewenangan, yaitu kebijakan (beleid) dan
            tindakan pengurusan (bestuursdaad), pengaturan (regelendaad),
            pengelolaan (beheersdaad) dan pengawasan (toezichthoudensdaad).
            Bandingkan klasifikasi tersebut dengan tiga bentuk penguasaan
            negara dalam konsepsi Hak Menguasai Negara berdasarkan
            UUPA yaitu: (a) Mengatur dan menyelenggarakan peruntukan,


                                        Konstitusionalisme dan Reforma Agraria     387
   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423