Page 423 - Konstitusionalisme Agraria
P. 423

Dilihat dari konteks ekonomi politik yang menaunginya,
            Prinsip Domein Verklaring dikukuhkan dalam Agrarische Wet
            1870 dan sejumlah peraturan dan kebijakan kolonial pada masa
            itu merupakan skenario kebijakan liberal untuk memberikan
            tempat yang lebih leluasa bagi tampilnya pihak-pihak swasta dalam
            pengelolaan tanah dan sumber daya alam lainnya di negeri jajahan.
            Konteks ini bertolak belakang dengan zaman Paska-kolonial setelah
            proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945. Pada periode paska-
            kolonial, semangat zaman yang paling kuat adalah nasionalisme.
            Berbagai aliran politik pada masa itu baik berbasis sosialisme,
            komunisme, maupun islam bermuara pada satu tujuan kebangsaan
            atau nasionalisme. Pada suasana inilah UUPA dibentuk dengan
            memperkenalkan Hak Menguasai Negara sebagai ganti dari Prinsip
            Domein Verklaring. Sedangkan Konsepsi Konstitusional Penguasaan
            Negara muncul dalam konteks semangat zaman neoliberalisme,
            dimana upaya untuk melibatkan pihak swasta dalam urusan ekonomi
            dan sosial semakin menguat.
                 Prinsip Domein Verklaring meskipun secara praktikal telah
            diterapkan oleh penguasa kolonial sejak lama, namun dari sisi
            formal keberadaannya dikembangkan dalam peraturan perundang-
            undangan kolonial. Cara serupa yang mengukuhkan konsepsi
            penguasaan negara dalam legislasi dilakukan dengan menjadikan Hak
            Menguasai Negara sebagai ganti dari prinsip Domein Verklaring yang
            secara formal dinyatakan secara tegas di dalam UUPA. Selanjutnya
            peraturan perundang-undangan yang dibentuk baik pada masa Orde
            Lama maupun Orde Baru mengadopsi konsepsi yang dimulai oleh
            UUPA tersebut. Berbeda dengan Konsepsi Konsitusional Penguasaan
            Negara yang dikembangkan di dalam putusan lembaga yudisial,
            dalam hal ini putusan Mahkamah Konstitusi. Konsepsi ini pun
            berkembang dari satu putusan Mahkamah Konstitusi ke putusan
            Mahkamah Konstitusi yang lainnya. Perkembangannya pun nampak
            dinamis karena sangat bergantung dari persoalan konstitusional
            yang dihadapkan kepada Mahkamah Konstitusi.
                 Pada masa kolonial dimana prinsip Domein Verklaring
            diberlakukan, sistem hukum yang dibangun adalah sistem hukum


               392     Konstitusionalisme Agraria
   418   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428